![]() |
| Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah selama perayaan Idulfitri 2026 |
PROBOLINGGO, Saksimara.my.id – Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah selama perayaan Idulfitri 2026. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di halaman Mapolres Probolinggo Kota, Kamis (12/3).
Apel tersebut dipimpin Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri dengan Komandan Apel Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Marjono. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh pimpinan apel bersama Wali Kota sebelum dilanjutkan dengan penyematan pita operasi sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Kapolres AKBP Rico Yumasri membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi terpusat untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Idulfitri dengan mengusung slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Pengamanan difokuskan pada aktivitas masyarakat selama masa mudik hingga perayaan hari raya, mulai dari kegiatan ibadah, wisata, hingga mobilitas di berbagai titik keramaian di Kota Probolinggo.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Probolinggo Kota menyiapkan lima pos pengamanan di sejumlah titik rawan yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.
“Sebanyak 351 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini, terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota Probolinggo, Dinas Perhubungan, Satpol PP, ORARI serta mitra kamtibmas lainnya,” jelas Kapolres.
Pengamanan akan difokuskan pada malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, hingga aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan, tempat ibadah, serta simpul transportasi seperti pelabuhan, stasiun, dan terminal.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan mudik, termasuk melaporkan kondisi rumah yang ditinggalkan kepada ketua RT/RW, Polisi RW, atau Bhabinkamtibmas agar dapat dipantau melalui patroli keamanan.
Selain itu, masyarakat juga diberikan fasilitas penitipan kendaraan secara gratis di Mapolres Probolinggo Kota selama masa mudik berlangsung.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menegaskan keberhasilan pengamanan Idulfitri tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan kerja sama seluruh unsur Forkopimda serta partisipasi masyarakat.
“Operasi Ketupat ini adalah kerja bersama. Di bawah komando Kapolres, kita semua berkolaborasi menjaga ketertiban dan keamanan selama Idulfitri seperti yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Aminuddin.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Probolinggo juga memfokuskan perhatian pada stabilitas kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi menjelang Lebaran. Pemantauan harga dilakukan secara rutin di pasar-pasar tradisional, disertai penyelenggaraan pasar murah untuk menekan potensi lonjakan harga.
“Kami terus memantau ketersediaan bahan pokok dan harga di pasaran. Sejauh ini masih terkendali, termasuk BBM yang pasokannya aman dan distribusinya berjalan lancar,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menciptakan suasana Idulfitri yang aman, tertib, dan nyaman bagi warga maupun para pemudik yang melintasi Kota Probolinggo. (Fahrul Mozza)
