![]() |
| Tim Penggerak PKK Kecamatan Mayangan menggelar kegiatan Khotmil Qur’an sekaligus penyaluran santunan bagi kaum duafa dan anak yatim dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Mayangan, Kamis (12/3) pagi. |
PROBOLINGGO, Saksimara.my.id – Tim Penggerak PKK Kecamatan Mayangan menggelar kegiatan Khotmil Qur’an sekaligus penyaluran santunan bagi kaum duafa dan anak yatim dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Mayangan, Kamis (12/3) pagi.
Acara yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani itu menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat selama Ramadan.
Ketua TP PKK Kecamatan Mayangan Ari Agus Dwiwantoro mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang tidak hanya berisi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat berbagi.
“Ramadan akan terasa lebih sempurna ketika kita bisa saling berbagi dan membantu sesama. Terima kasih kepada ibu-ibu PKK yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan santunan ini. Semoga menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyalurkan santunan kepada anak yatim serta bantuan paket sembako bagi warga duafa di wilayah Kecamatan Mayangan.
Sebanyak 10 anak yatim menerima santunan yang disalurkan melalui kerja sama dengan Baznas Kota Probolinggo, sementara 44 paket sembako diberikan kepada warga duafa sebagai bentuk kepedulian sosial selama Ramadan.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai Khotmil Qur’an tidak hanya menjadi simbol menamatkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini kita diingatkan untuk terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam setiap langkah,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini juga dapat menjadi sarana meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ilmu pengetahuan sebagai dasar perubahan.
“Ilmu adalah kunci perubahan. Tidak ada modal dasar yang lebih kuat daripada ilmu, dan semua ilmu pada dasarnya bersumber dari Al-Qur’an dan hadis,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dr. Evariani juga mengajak masyarakat untuk mendukung program pembangunan Kota Probolinggo melalui program “Bersolek”, yang menjadi identitas atau city branding kota.
Program tersebut merupakan akronim dari Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Original, Lestari, Edukasi, dan Kreatif yang diharapkan dapat diwujudkan tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat.
“Bersih merupakan bagian dari iman. Saya berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing untuk menjaga kebersihan dan menginspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Khotmil Qur’an dan santunan tersebut, PKK Kecamatan Mayangan berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus tumbuh selama Ramadan maupun di luar bulan suci. (Agus Dwi)
