Ledakan Kedai Kopi, Konsumsi Kopi Indonesia Justru Rendah - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

11/03/2026

Ledakan Kedai Kopi, Konsumsi Kopi Indonesia Justru Rendah

Foto Ilustrasi Indonesia negara terbanyak kedai kopi


JAKARTA, Saksimara.my.id - Indonesia resmi tercatat sebagai negara dengan jumlah kedai kopi terbanyak di dunia. Hingga November 2025, jumlah kafe dan warung kopi aktif di seluruh wilayah Tanah Air diperkirakan mencapai 461.991 lokasi, berdasarkan penghitungan titik usaha dalam basis data global.

Data tersebut dikutip dari keterangan akun grup Facebook WE LOVE ASEAN_ASEAN Urbanist pada 10 Januari, yang merujuk pada sistem Point of Interest (POI). Basis data ini memetakan lokasi usaha per titik, bukan berdasarkan merek atau jaringan bisnis, sehingga dianggap mampu menggambarkan kepadatan kedai kopi secara lebih akurat.

Basis data POI sendiri banyak digunakan dalam riset industri serta analisis tren perkotaan melalui platform pemetaan terbuka OpenStreetMap. Berdasarkan data tersebut, Indonesia melampaui sejumlah negara dengan industri kopi besar seperti Amerika Serikat, Vietnam, hingga Thailand dalam jumlah dan kepadatan coffee shop.

Lonjakan jumlah kedai kopi ini mencerminkan perubahan signifikan dalam lanskap industri perkopian nasional. Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, kini juga menjelma menjadi pasar konsumsi dan ruang sosial berbasis kopi yang berkembang sangat cepat.

Pertumbuhan kedai kopi tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga merambah kota menengah hingga wilayah pedesaan. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat lintas daerah dan kelas sosial.

Sejumlah faktor disebut menjadi pendorong utama ekspansi ini, mulai dari meningkatnya kelas menengah, perubahan gaya hidup generasi muda, pengaruh media sosial, hingga tren kerja jarak jauh yang membutuhkan ruang alternatif untuk bekerja dan berinteraksi.

Di sisi lain, ekspansi jaringan kafe internasional dan merek lokal turut mempercepat penyebaran kedai kopi di berbagai wilayah. Industri ini juga berkembang dengan beragam konsep, mulai dari kafe yang mengedepankan biji kopi single origin dan metode manual brew, hingga warung kopi tradisional dengan harga yang lebih terjangkau.

Namun di balik menjamurnya kedai kopi, muncul fakta yang cukup kontras. Data yang dihimpun Good News From Indonesia pada 11 Januari 2025 menunjukkan tingkat konsumsi kopi masyarakat Indonesia justru relatif rendah dibandingkan negara lain.

Rata-rata warga Indonesia hanya mengonsumsi sekitar 0,24 cangkir kopi per hari, yang menempatkan Indonesia di posisi ke-57 dunia dalam tingkat konsumsi kopi.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa keberadaan kedai kopi di Indonesia tidak semata-mata didorong oleh budaya minum kopi. Banyak kafe berfungsi sebagai ruang sosial, tempat bekerja, hingga lokasi pertemuan informal.

Artinya, tidak semua pengunjung kedai kopi datang untuk memesan kopi. Fenomena ini menjadi temuan penting yang memunculkan pertanyaan lanjutan: mengapa Indonesia memiliki kedai kopi terbanyak di dunia, tetapi tingkat konsumsi kopinya masih tertinggal dari banyak negara lain.(Red)

Post Top Ad