![]() |
| Kunjungan Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, M. Ulin Nuha, ke Rutan Kraksaan pada Selasa (24/3/2026) membuka fakta lapangan terkait kesiapan lembaga tersebut dalam menghadapi lonjakan aktivitas selama Hari Raya Idul Fitri. |
PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Kunjungan Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, M. Ulin Nuha, ke Rutan Kraksaan pada Selasa (24/3/2026) membuka fakta lapangan terkait kesiapan lembaga tersebut dalam menghadapi lonjakan aktivitas selama Hari Raya Idul Fitri.
Monitoring dan evaluasi yang dilakukan tidak sekadar seremonial. Peninjauan langsung mencakup area pelayanan, blok hunian warga binaan hingga sarana pendukung lainnya, yang menjadi titik krusial dalam pengawasan keamanan dan kualitas layanan di tengah meningkatnya kunjungan keluarga warga binaan.
Dalam hasil pengamatan, kondisi kebersihan, ketertiban, dan keamanan dinilai tetap terjaga. Namun, peningkatan mobilitas selama Lebaran menjadi indikator penting yang menguji konsistensi sistem pengamanan dan kesiapan petugas di lapangan.
M. Ulin Nuha menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Rutan Kraksaan, namun penilaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa standar pelayanan dan pengawasan harus tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan dalam situasi padat aktivitas. “Ini menunjukkan komitmen dan profesionalisme petugas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi prioritas utama, terutama saat momen rawan seperti kunjungan Lebaran. Ia mengakui bahwa lonjakan kunjungan memerlukan pengawasan ekstra serta koordinasi ketat antarpetugas.
“Kami berupaya menjaga kondisi tetap aman dan kondusif, sekaligus memastikan pelayanan berjalan humanis. Kesiapsiagaan petugas menjadi faktor penentu,” ungkapnya.
Kunjungan ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap operasional rutan, terutama dalam momentum yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan keamanan. Evaluasi semacam ini dinilai krusial untuk memastikan tidak ada celah dalam sistem pengamanan maupun pelayanan publik.
(Ma'at S)
