PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Sejumlah personel Satlantas Polres Probolinggo terlihat membantu menyeberangkan siswa di depan MTs Pajarakan, Selasa pagi. Kegiatan yang diklaim sebagai bagian dari program “Poros Pagi” itu berlangsung di tengah arus lalu lintas yang cukup padat saat jam masuk sekolah.
Petugas berseragam lengkap tampak sigap menghentikan kendaraan dari dua arah demi memberi ruang aman bagi para siswa. Beberapa anak sekolah yang masih mengenakan tas besar terlihat digandeng saat melintas di zebra cross. Arus kendaraan sempat melambat, namun tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.
Saat dikonfirmasi di lokasi, petugas Satlantas Polres Porbolinggo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. “Poros Pagi adalah bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya anak sekolah yang rawan menjadi korban kecelakaan,” ujarnya.
Namun, pantauan di lokasi menunjukkan fasilitas penyeberangan di depan sekolah belum sepenuhnya memadai. Marka jalan terlihat mulai memudar, sementara rambu peringatan sekolah tidak terlalu mencolok. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: apakah pengamanan rutin setiap pagi cukup tanpa pembenahan infrastruktur pendukung?
Seorang wali murid, Siti Aminah (38), mengaku terbantu dengan kehadiran polisi. “Kalau tidak ada petugas, kendaraan sering ngebut. Kami khawatir anak-anak,” katanya. Meski demikian, ia berharap ada lampu penyeberangan atau polisi tidur tambahan agar keselamatan lebih terjamin meski tanpa penjagaan.
Di sisi lain, pengamat transportasi lokal menilai kegiatan Poros Pagi seharusnya dibarengi evaluasi menyeluruh terhadap titik rawan kecelakaan. Menurutnya, kehadiran petugas memang solusi jangka pendek, tetapi pembenahan sistem lalu lintas adalah langkah jangka panjang yang lebih strategis.
Data internal kepolisian setempat mencatat pelajar termasuk kelompok rentan dalam insiden kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Probolinggo. Meski angka detail tidak dipublikasikan dalam kegiatan tersebut, aparat menegaskan komitmen untuk meningkatkan patroli dan edukasi tertib berlalu lintas ke sekolah-sekolah.
Program Poros Pagi pun menjadi cerminan dua sisi pelayanan: aksi cepat di lapangan yang patut diapresiasi, sekaligus pengingat bahwa keselamatan jalan memerlukan dukungan infrastruktur, pengawasan konsisten, dan kesadaran kolektif pengguna jalan.(Fahrul Mozza)
.jpeg)
.jpeg)