Razia Prigen, 10 PSK Dipulangkan - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

01/03/2026

Razia Prigen, 10 PSK Dipulangkan

Petugas Satpol PP Kabupaten Pasuruan saat melakukan memulangkan sejumlah PSK di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen


PASURUAN, Saksimata.my.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan mengamankan 10 perempuan yang diduga pekerja seks komersial (PSK) dalam razia mendadak di sejumlah wisma kawasan Prigen, Minggu (1/3/2026) malam. Operasi ini mengungkap praktik prostitusi terselubung yang diduga masih berjalan meski telah berulang kali diperingatkan.

Penyisiran dilakukan di lorong-lorong permukiman hingga ke sejumlah wisma yang dicurigai tetap beroperasi. Di salah satu lokasi, petugas mendapati sekelompok perempuan yang diduga tengah menunggu tamu. Wisma tersebut disebut masih nekat menerima pengunjung saat Ramadan.

Kabid PPUD Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Suyono, mengonfirmasi bahwa dari hasil pendataan terdapat 10 perempuan yang mengaku berasal dari Jawa Barat, tepatnya Bandung. Mereka langsung diminta meninggalkan lokasi pada hari yang sama.

Petugas memberikan dua opsi: meninggalkan kawasan secara sukarela atau dibawa paksa ke kantor untuk proses lebih lanjut. Mayoritas memilih mengemasi barang dan pergi setelah dilakukan pendataan dan pembinaan di tempat.

Razia ini disebut sebagai bagian dari penegakan peraturan daerah dan upaya menjaga ketertiban umum selama Ramadan. Satpol PP menegaskan tidak akan mentolerir pengelola wisma atau tempat usaha yang terbukti memfasilitasi praktik prostitusi terselubung di kawasan wisata pegunungan tersebut.

Selain menertibkan para perempuan yang diduga PSK, aparat juga menyoroti peran pengelola wisma yang dianggap lalai atau sengaja membiarkan aktivitas tersebut berlangsung. Pemeriksaan lanjutan terhadap pemilik atau pengelola tempat usaha disebut akan dilakukan apabila ditemukan unsur pelanggaran perda.

Operasi melibatkan personel Satpol PP kabupaten bersama unsur Trantib Kecamatan Prigen guna memperkuat pengawasan di titik rawan. Kawasan Prigen akan terus dipantau secara berkala untuk mencegah praktik serupa kembali muncul dengan modus berbeda.

Pemerintah daerah menegaskan penertiban akan dilakukan tanpa tebang pilih dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen menjaga citra kawasan wisata serta ketertiban masyarakat. (Red)

Post Top Ad