PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - — Kegiatan pengamanan “Gajah Duduk” yang digelar jajaran Satlantas Polres Probolinggo di Pos Lantas Leces, tepatnya di depan Masjid Syarifusin, Selasa (2/3/2026), diwarnai insiden truk terguling di jalur utama pantura setempat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, saat arus lalu lintas terpantau padat namun lancar. Truk bermuatan barang logistik yang melaju dari arah barat mendadak oleng sebelum akhirnya terguling di sisi kiri jalan, hanya berjarak beberapa meter dari pos pengamanan.
Petugas yang tengah melaksanakan giat pengaturan lalu lintas langsung bergegas mengamankan lokasi dan melakukan evakuasi awal.
Dugaan Sopir Mengantuk
Kanit Turjawali Satlantas Polres Probolinggo yang berada di lokasi kejadian menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan awal dan kondisi di tempat kejadian perkara (TKP), insiden diduga kuat akibat faktor kelelahan pengemudi.
“Untuk dugaan sementara, sopir mengantuk sehingga kehilangan kendali. Tidak ditemukan tanda pengereman panjang di aspal. Sopir dalam kondisi selamat dan sudah kami mintai keterangan,” ujarnya di lokasi.
Menurut petugas, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun arus lalu lintas sempat tersendat selama proses evakuasi kendaraan yang memakan waktu hampir satu jam.
Sudut Pandang Keselamatan Jalan
Insiden ini menyoroti kembali persoalan klasik keselamatan transportasi barang di jalur padat Probolinggo–Lumajang. Jalur Leces dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan karena padatnya kendaraan berat yang melintas setiap hari.
Seorang petugas di lapangan menambahkan bahwa pihaknya rutin mengingatkan pengemudi angkutan barang untuk mematuhi jam istirahat.
“Kami sudah sering imbau sopir untuk tidak memaksakan diri. Kalau lelah, berhenti dan istirahat. Keselamatan lebih utama,” tegasnya.
Kesaksian Warga
Warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengaku sempat terkejut dengan suara benturan keras saat truk mulai oleng.
Ahmad (47), pedagang di sekitar masjid, mengatakan truk terlihat tidak stabil sebelum akhirnya terguling.
“Tadi jalannya tidak terlalu kencang, tapi kayaknya sopirnya kurang fokus. Tiba-tiba miring lalu jatuh. Untung tidak sampai menabrak pengendara lain,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rini (34), warga setempat, yang menilai jalur tersebut memang rawan jika pengemudi tidak waspada.
“Kalau sopir capek atau ngantuk, bahaya sekali di sini. Apalagi dekat tempat ibadah dan banyak orang menyeberang,” katanya.
Evaluasi dan Penanganan
Petugas langsung memasang garis pengaman dan mengalihkan arus sementara untuk mencegah kemacetan panjang. Proses evakuasi melibatkan derek dan dibantu warga sekitar.
Pihak Polres Probolinggo memastikan akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kelayakan kendaraan serta kondisi fisik pengemudi saat kejadian.
Kegiatan pengamanan “Gajah Duduk” sendiri tetap berjalan hingga selesai dengan pengawasan ketat. Insiden ini menjadi pengingat bahwa faktor manusia, khususnya kelelahan dan kurangnya disiplin waktu istirahat, masih menjadi ancaman serius keselamatan di jalan raya.(Fahrul Mozza)

.jpeg)