Amunisi Diselundupkan, Pengawasan Perbatasan Dipertanyakan - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

11/04/2026

Amunisi Diselundupkan, Pengawasan Perbatasan Dipertanyakan

 

Petugas Bea Cukai Jayapura berhasil menggagalkan upaya penyelundupan dua butir amunisi kaliber 12 Gauge di Terminal Kedatangan PLBN Skouw, Kota Jayapura, Provinsi Papua. (Foto: Bea Cukai Jayapura)


JAYAPURA, Saksimata.my.id - Petugas Bea Cukai Jayapura menggagalkan upaya penyelundupan dua butir amunisi kaliber 12 Gauge di PLBN Skouw, tepatnya di terminal kedatangan kawasan perbatasan Indonesia–Papua Nugini.

Berdasarkan keterangan resmi, Sabtu (11/4), munisi tersebut terdeteksi melalui pemeriksaan X-ray terhadap barang bawaan seorang pelintas dari Papua Nugini. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, dua butir amunisi ditemukan tersimpan di dalam tas selempang milik warga negara asing tersebut.

Petugas kemudian langsung melakukan tindakan pencegahan dan mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti untuk diserahkan kepada aparat penegak hukum guna proses lebih lanjut. Dugaan pelanggaran mengarah pada ketentuan kepabeanan serta aturan terkait kepemilikan dan peredaran amunisi ilegal.

Dari sudut pandang investigatif, temuan ini memunculkan pertanyaan serius terkait celah pengawasan di jalur perlintasan resmi. Meski berhasil digagalkan, fakta bahwa amunisi dapat lolos hingga tahap pemeriksaan akhir menandakan potensi kerentanan sistem deteksi awal di kawasan perbatasan.

Selain itu, belum ada penjelasan rinci mengenai asal-usul amunisi maupun kemungkinan jaringan yang terlibat. Minimnya transparansi ini menimbulkan spekulasi apakah kasus tersebut berdiri sendiri atau merupakan bagian dari upaya penyelundupan yang lebih terorganisir.

Pihak Bea Cukai Jayapura menyatakan akan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan dan meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum. Namun publik kini menuntut langkah lebih konkret, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di pintu masuk negara.

Tanpa perbaikan sistemik dan keterbukaan informasi, potensi penyelundupan barang berbahaya di kawasan strategis seperti perbatasan tetap menjadi ancaman nyata bagi keamanan nasional. (Red)

Post Top Ad