PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan memperkuat sistem keamanan internal melalui kegiatan koordinasi regu pengamanan yang digelar pada Senin (18/5/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas, memperkuat disiplin kerja serta memastikan pelaksanaan tugas pengamanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kegiatan koordinasi menjadi bagian dari strategi penguatan pengamanan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan, sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa koordinasi rutin antarregu pengamanan merupakan faktor penting dalam menjaga efektivitas pelaksanaan tugas serta memperkuat soliditas personel di lapangan.
“Koordinasi ini penting untuk memastikan setiap regu pengamanan memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Dengan komunikasi yang solid, kita dapat menciptakan lingkungan rutan yang aman dan tertib,” ujar Galih.
Menurutnya, komunikasi yang terbangun secara konsisten menjadi salah satu instrumen utama dalam mendeteksi potensi kerawanan sejak dini serta memastikan setiap petugas mampu menjalankan fungsi pengamanan secara optimal.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Kraksaan, Azis Yulianto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengamanan sekaligus penguatan kapasitas personel.
“Kami terus menekankan pentingnya disiplin, kewaspadaan dan kerja sama antarregu. Pengamanan yang baik hanya bisa terwujud jika seluruh unsur bekerja secara terkoordinasi,” kata Azis.
Ia menjelaskan, koordinasi berkala diperlukan untuk memastikan seluruh sistem pengamanan berjalan secara terintegrasi, responsif dan mampu menyesuaikan diri terhadap berbagai dinamika maupun potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang mungkin terjadi di lingkungan rutan.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Kraksaan berharap profesionalisme petugas pengamanan terus meningkat sehingga mampu menjaga situasi tetap aman, tertib dan kondusif. Kondisi tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan program pembinaan warga binaan secara berkelanjutan sesuai tujuan sistem pemasyarakatan.
(Ma'at S)
