KKG Perkuat Strategi Pembelajaran Kelas Rangkap - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

18/06/2026

KKG Perkuat Strategi Pembelajaran Kelas Rangkap

 



PROBOLINGGO, Saksimata.my.idKelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Multigrade Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih memperkuat kapasitas guru dalam menerapkan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) melalui kegiatan diseminasi yang berlangsung selama dua hari, 17–18 Juni 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah yang menghadapi keterbatasan jumlah guru, ruang kelas maupun peserta didik.

Kegiatan yang didukung Program INOVASI Kemitraan Indonesia–Australia bidang pendidikan itu digelar di Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Wonomerto pada hari pertama, kemudian dilanjutkan di Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sumberasih pada hari kedua.

Sebanyak 21 peserta yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru fase A, B serta C dari lima sekolah pelaksana kelas rangkap mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari SDN Kedungsupit 2, SDN Patalan 3, SDN Sumberkare 3, SDN Laweyan 3 dan SDN Sumberbendo 1.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh penguatan mengenai pola pikir bertumbuh (growth mindset), penciptaan iklim belajar yang kondusif, serta konsep dasar pembelajaran kelas rangkap. Materi disampaikan melalui diskusi, refleksi, simulasi, pemutaran video, hingga penyusunan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.

District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo, Anwar Sutranggono, menyatakan kolaborasi KKG Multigrade menjadi langkah strategis dalam memperkuat inovasi pembelajaran di sekolah yang memiliki keterbatasan sumber daya. Menurutnya, model pembelajaran kelas rangkap tidak hanya meningkatkan efisiensi proses belajar mengajar, tetapi juga mendorong kolaborasi antar sekolah dan membangun kemandirian peserta didik melalui pembelajaran tutor sebaya.

Ia menilai keterbatasan jumlah guru maupun ruang kelas tidak seharusnya menjadi hambatan dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, melainkan menjadi peluang untuk menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada kebutuhan murid.

Pengawas Kecamatan Wonomerto, Burhanuddin, menegaskan keberhasilan implementasi pembelajaran kelas rangkap sangat dipengaruhi oleh pola pikir guru serta kemampuannya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang apabila memperoleh strategi pembelajaran dan pendampingan yang sesuai.

Burhanuddin juga menekankan bahwa keberagaman latar belakang sosial, ekonomi, budaya maupun kemampuan belajar peserta didik harus dipandang sebagai kekuatan dalam proses pembelajaran. Karena itu, guru dituntut mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berpihak pada kebutuhan setiap murid.

Sementara itu, Pengawas Kecamatan Sumberasih, Maini Yudiningsih, menyampaikan bahwa pembelajaran kelas rangkap merupakan salah satu strategi yang relevan dalam menjawab tantangan pendidikan di sekolah dengan keterbatasan tenaga pendidik maupun jumlah peserta didik. Menurutnya, penerapan PKR dapat meningkatkan kolaborasi, kemandirian, kemampuan sosial serta capaian akademik apabila dikelola secara tepat.

Ia menambahkan keberhasilan implementasi PKR bergantung pada kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang fleksibel, berdiferensiasi, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung penguatan literasi maupun numerasi.

Sebagai tindak lanjut, peserta menyusun rencana implementasi pembelajaran kelas rangkap di sekolah masing-masing. Forum KKG Multigrade dijadwalkan kembali berlangsung pada 22 Juli 2026 di Korwil Wonomerto, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan studi berbagi praktik baik ke sekolah multigrade di Kecamatan Sukapura pada 1 Agustus 2026.

(Fahrul Moza)


Post Top Ad