![]() |
| Foto ilustrasi. Dua orang, termasuk satu mahasiswa diduga terkena tembakan di Universitas Negeri Padang (UNP). Korban langsung dibawa ke RS. |
PADANG, Saksimata.my.id - Seorang mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) diduga menjadi korban peluru nyasar dalam insiden yang terjadi di lingkungan kampus pada Selasa (2/6) petang. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Pihak Universitas Negeri Padang membenarkan adanya mahasiswa yang diduga terkena tembakan. Sekretaris UNP, Erianjoni, mengatakan salah satu korban merupakan mahasiswi Jurusan Sosiologi, sedangkan korban lainnya merupakan anggota keluarga mahasiswa yang saat itu berada di lokasi.
“Memang iya ada mahasiswa UNP yang diduga terkena tembakan peluru nyasar,” ujar Erianjoni kepada wartawan.
Menurut keterangan pihak kampus, insiden terjadi di kawasan sekitar Rektorat UNP setelah sejumlah mahasiswa merayakan selesainya ujian Seminar Proposal. Dalam situasi tersebut, tiba-tiba terdengar suara yang diduga berasal dari tembakan hingga mengakibatkan dua orang mengalami luka.
Erianjoni menjelaskan korban mahasiswa berjenis kelamin perempuan. Sementara korban lainnya merupakan anggota keluarga mahasiswa yang sedang menunggu kerabatnya di area kampus ketika peristiwa itu terjadi.
“Mahasiswa sosiologi dan satu korban lainnya adalah keluarga mahasiswa yang sedang menunggu,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Padang. Pihak kampus mengaku terus melakukan pendampingan terhadap korban selama proses perawatan berlangsung.
Meski dugaan peluru nyasar telah disampaikan pihak kampus, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai asal-usul peluru maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut. Aparat berwenang juga belum memberikan keterangan terkait sumber tembakan yang menyebabkan dua warga sipil terluka di area kampus.
Belum terungkapnya asal peluru menimbulkan pertanyaan mengenai aspek keamanan di lingkungan pendidikan yang seharusnya steril dari potensi penggunaan senjata api. Pihak terkait diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap fakta peristiwa sekaligus memastikan tidak ada kelalaian yang membahayakan keselamatan mahasiswa dan masyarakat di kawasan kampus.
(Red)
