PONOROGO, Saksimata.my.id – Di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, terdapat sebuah warung kuliner yang telah dikenal masyarakat selama lebih dari tiga dekade. Warung Ayam Panggang Bu Kawir tetap mempertahankan resep keluarga dan teknik memasak tradisional menggunakan kayu bakar, sehingga menjadi salah satu destinasi kuliner yang banyak dikunjungi wisatawan maupun warga lokal.
Meski berlokasi di kawasan pedesaan dengan bangunan yang sederhana, warung tersebut hampir setiap hari didatangi pelanggan dari berbagai daerah di Ponorogo hingga luar kota. Konsistensi cita rasa menjadi salah satu alasan kuliner tersebut mampu bertahan di tengah berkembangnya berbagai usaha kuliner modern.
Pemilik Warung Ayam Panggang Bu Kawir, Winarti, mengatakan resep yang digunakan merupakan warisan keluarga yang terus dipertahankan tanpa mengubah proses pengolahannya. Menurutnya, penggunaan metode memasak tradisional menjadi kunci utama dalam menjaga cita rasa khas ayam panggang yang telah dikenal pelanggan selama bertahun-tahun.
Proses pembuatan diawali dengan pemilihan ayam kampung segar yang kemudian dimasak menggunakan racikan bumbu rempah hingga meresap. Setelah itu, ayam dipanggang di atas bara kayu bakar hingga menghasilkan warna kecokelatan dengan aroma asap yang menjadi ciri khas hidangan tersebut.
Teknik memanggang menggunakan kayu bakar dinilai memberikan karakter rasa yang berbeda dibandingkan metode memasak modern. Selain menghasilkan aroma khas, proses tersebut juga menjaga tekstur daging tetap empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke bagian dalam.
Selain dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Ponorogo, banyak pengunjung memilih menikmati sajian langsung di lokasi. Hidangan ayam panggang disajikan bersama lalapan segar dan pilihan nasi putih maupun nasi tiwul yang menjadi salah satu menu favorit pelanggan.
Sejumlah pengunjung mengaku cita rasa ayam panggang yang dipadukan dengan aroma kayu bakar menghadirkan pengalaman kuliner yang mengingatkan pada masakan tradisional. Sambal pete racikan khas warung tersebut juga menjadi pelengkap yang banyak diminati karena menawarkan perpaduan rasa pedas, gurih, dan aroma khas.
Untuk satu porsi ayam panggang utuh, pengunjung dikenakan harga berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp90 ribu. Dengan kisaran harga tersebut, pelanggan memperoleh sajian ayam kampung panggang lengkap yang tetap mempertahankan resep dan teknik memasak tradisional.
Keberadaan Warung Ayam Panggang Bu Kawir menjadi salah satu contoh usaha kuliner lokal yang mampu menjaga warisan cita rasa daerah sekaligus mendukung potensi wisata kuliner Kabupaten Ponorogo. Konsistensi dalam mempertahankan kualitas produk dan pelayanan menjadi faktor yang membuat warung ini tetap diminati lintas generasi.
(Red)
