SURABAYA, Saksimata.my.id – Kodim Surabaya menggelar karya bakti pembersihan Pantai Batu-Batu Kenjeran, Jalan Pantai Kenjeran, Kecamatan Bulak, Selasa (14/7/2026). Aksi yang melibatkan personel TNI, Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Bulak dan Kenjeran, warga, serta Gerakan Pramuka itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Korem Bhaskara Jaya sekaligus upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Apel pembukaan dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Kepala Staf Kodim Surabaya, Mayor Inf Sumarji. Usai apel, peserta menyisir sepanjang garis pantai untuk mengumpulkan sampah yang tersebar di kawasan pesisir dengan mengusung tema "TNI AD Bersama Rakyat Bersatu Beraksi untuk Lingkungan Bersih dan Lestari."
Di balik aksi bersih-bersih tersebut, persoalan sampah pesisir masih menjadi tantangan yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Sampah yang terus bermunculan di kawasan pantai umumnya dipengaruhi kebiasaan membuang sampah sembarangan, kiriman dari aliran sungai, hingga pengelolaan limbah yang belum optimal. Kondisi itu menunjukkan bahwa kegiatan pembersihan tidak cukup jika tidak diikuti langkah pencegahan dari hulu hingga hilir.
Kegiatan karya bakti menjadi bentuk kepedulian lintas sektor terhadap kebersihan lingkungan. Namun, efektivitasnya bergantung pada tindak lanjut berupa edukasi masyarakat, penguatan sistem pengelolaan sampah, penyediaan sarana pendukung, serta pengawasan yang dilakukan secara konsisten oleh para pemangku kepentingan sesuai kewenangannya.
Sebagai kawasan wisata pesisir, Pantai Kenjeran membutuhkan pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan timbulan sampah sekaligus menjaga kualitas lingkungan pantai.
Melalui kegiatan ini, Kodim Surabaya mendorong tumbuhnya kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan pesisir. Ke depan, publik juga menaruh harapan agar aksi bersih pantai tidak berhenti sebagai kegiatan insidental, melainkan menjadi bagian dari upaya yang terukur, berkelanjutan, serta didukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kebersihan kawasan pesisir. (Red)
