PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Warga Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di dalam sumur irigasi sedalam sekitar tujuh meter pada Jumat (03/07/2026). Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga dan aparat kepolisian yang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Mayat pertama kali diketahui setelah seorang pekerja kebun hendak mengairi lahan dan mendapati aliran air dari sumur tidak berjalan sebagaimana biasanya. Saat dilakukan pemeriksaan lebih dekat, pekerja tersebut melihat sesosok jasad berada di dasar sumur, kemudian segera melaporkan temuannya kepada warga dan perangkat desa.
Petugas dari Polres Probolinggo bersama tim identifikasi serta tenaga medis tiba di lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Garis polisi dipasang di sekitar area sumur guna memudahkan penyelidikan sekaligus menghindari kerumunan warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi.
Hingga Jumat sore, identitas korban maupun penyebab pasti kematian masih belum dapat dipastikan. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan forensik sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan dari beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi saat penemuan berlangsung.
Kepolisian menyatakan seluruh kemungkinan masih didalami, termasuk memastikan identitas korban, waktu kematian, serta ada atau tidaknya unsur tindak pidana. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis selesai dilakukan.
Sementara itu, perangkat Desa Alassumur Kulon mengaku turut prihatin atas peristiwa tersebut dan berharap proses identifikasi dapat segera mengungkap identitas korban sehingga keluarga yang bersangkutan dapat memperoleh kepastian. Pemerintah desa juga mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
Sejumlah warga mengaku terkejut karena lokasi sumur berada di jalur yang kerap dilalui masyarakat menuju area pertanian. Meski demikian, aktivitas warga di sekitar lokasi sempat dihentikan sementara selama proses olah TKP dan evakuasi berlangsung guna memberikan ruang kepada petugas bekerja secara maksimal.
Penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian menyatakan akan menyampaikan perkembangan kasus kepada publik setelah memperoleh hasil identifikasi korban dan pemeriksaan forensik yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
(Red)
