![]() |
| Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mutasi sejumlah pejabat (Foto: Istimewa) |
Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa rotasi jabatan merupakan hal rutin guna menjaga dinamika dan kinerja birokrasi. Menurutnya, pejabat yang telah menjabat selama tiga hingga empat tahun harus bergeser agar mampu beradaptasi dengan tantangan baru.
“Insyaallah ada gelombang kedua mutasi tahun ini. Kita harus berkomitmen, ketika sudah tiga atau empat tahun menjabat, maka harus muter,” ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (15/12/2025).
Ia menegaskan tidak ingin ada pejabat yang terlalu lama menduduki satu posisi. Menurut Eri, masih ditemukan aparatur yang berada di jabatan yang sama hingga delapan bahkan sepuluh tahun, mulai dari staf hingga kepala dinas.
“Kalau terlalu lama di satu tempat, berarti kemampuan adaptasinya kurang. Setiap OPD punya permasalahan berbeda, sehingga sebelum menjadi kepala dinas, seseorang harus mampu menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.
Eri juga menuturkan, mutasi dilakukan di akhir tahun agar tidak mengganggu pertanggungjawaban anggaran. Pergantian pejabat di tengah tahun dikhawatirkan menimbulkan persoalan dalam penyelesaian administrasi dan akuntabilitas keuangan.
Terkait gelombang mutasi berikutnya, Eri belum memastikan waktu dan eselon yang akan terkena rotasi. Namun, ia menegaskan mutasi lanjutan tersebut akan dilakukan sebelum pergantian tahun 2025 ke 2026.
“Ditunggu saja, kemungkinan masih di bulan Desember,” pungkasnya. (Red)
