![]() |
| Ilustrasi Polisi |
MANDAILING NATAL, Saksimata.my.id - Lepasnya terduga pengedar narkoba berinisial R berujung panjang. Kapolsek Muara Batang Gadis, Iptu Akmaluddin, bersama 11 personel lainnya dicopot dan kini menjalani pemeriksaan Propam.
Insiden ini memicu amuk massa yang berakhir dengan perusakan dan pembakaran Polsek Muara Batang Gadis. Kantor polisi, rumah dinas, hingga kendaraan operasional hangus dibakar warga.
Kemarahan warga bermula dari penggerebekan sarang narkoba di Desa Sengkuang, Kecamatan Batang Gadis, Jumat (19/12/2025). Sejumlah ibu-ibu pengajian menangkap R dan menyerahkannya ke polisi.
Namun keesokan harinya, R kembali terlihat bebas berkeliaran. Warga menduga polisi sengaja melepaskannya.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan R bukan dibebaskan, melainkan kabur dari tahanan sekitar pukul 05.00 WIB.
Meski polisi mengklaim telah melakukan pengejaran, kaburnya R menyulut emosi warga. Sekitar pukul 11.00 WIB, massa mendatangi Polsek Muara Batang Gadis untuk menuntut penjelasan. Karena tak puas, aksi berubah menjadi perusakan dan pembakaran.
Aksi brutal itu terekam video dan viral di media sosial. Tak lama berselang, polisi kembali menangkap R dan mengamankannya ke polsek.
Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto memastikan R telah ditangkap kembali. Sementara itu, Polres Mandailing Natal menetapkan lima tersangka dalam kasus pembakaran polsek.
Tiga tersangka awal yang diamankan yakni Rusmin Nasution alias Comek (39), Kaizar Sein Baroka Daulay (21), dan Wisman alias Catam (29). Pengembangan kasus berlanjut dengan penangkapan dua tersangka lain, DP (50) dan RTW (29), warga Desa Singkuang I dan II.
DP diduga memprovokasi warga, sedangkan RTW diduga mengajak massa berdemo dan terlibat pembakaran mobil dinas Polri. Tes urine keduanya dinyatakan negatif narkotika.
Seluruh tersangka kini ditahan di Polres Madina. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain.
Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh menegaskan, pencopotan kapolsek dan 11 personel dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kaburnya R. Seluruhnya kini diperiksa intensif oleh Sie Propam Polres Madina.(Red)
