PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelindungan dan pelayanan terbaik bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur ke desk pelayanan PMI di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Kamis (8/1/2026).
Kunjungan yang dipimpin Kepala BP3MI Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana, ini merupakan tindak lanjut persetujuan pembentukan desk pelayanan PMI di MPP Kabupaten Probolinggo yang disepakati pada 7 Januari 2026. Langkah tersebut juga menjadi implementasi nota kesepahaman (MoU) antara KP2MI/BP2MI dengan Pemkab Probolinggo yang ditandatangani pada Desember 2025.
Rombongan BP3MI disambut Plh Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, anggota TP2D Hamim Wajdi, serta Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar. Turut hadir Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari, Kepala DPMPTSP Dwijoko Nurjayadi, serta perwakilan RSUD Waluyo Jati dan RSUD Tongas yang akan mendukung pemeriksaan kesehatan calon PMI.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BP3MI Jatim bersama tim meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana desk pelayanan PMI yang telah disiapkan di MPP Kabupaten Probolinggo.
Gimbar Ombai Helawarnana menjelaskan kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan layanan PMI agar segera dapat beroperasi. Menurutnya, keberadaan desk pelayanan PMI diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan praktik penempatan PMI non-prosedural.
Ia juga menilai fasilitas MPP Kabupaten Probolinggo sangat representatif dan memadai. Bahkan, layanan ini diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh warga Kabupaten Probolinggo, tetapi juga masyarakat dari daerah sekitar.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengapresiasi kunjungan BP3MI Jawa Timur sebagai langkah awal menghadirkan layanan PMI langsung di daerah. Ia berharap ke depan petugas KP2MI dapat segera bertugas di MPP untuk melayani masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri secara aman dan sesuai prosedur.
Menurut Saniwar, keberadaan desk pelayanan PMI sejalan dengan visi Bupati Probolinggo dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan layanan ini, Pemkab Probolinggo berharap tidak ada lagi PMI non-prosedural yang berasal dari wilayahnya.
(Fahrul Mozza)
