![]() |
| Bupati Blitar penen padi hasil pengelolaan koperasi merah putih. |
BLITAR, Saksimata.my.id – Bupati Blitar Rijanto memimpin langsung panen raya padi yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Wlingi, Kamis (29/1/2026). Momen ini ditegaskan sebagai bukti konkret peran koperasi desa dalam menjaga swasembada pangan nasional yang berhasil dicapai Indonesia sepanjang 2025.
Di hadapan para petani, Rijanto menekankan Koperasi Merah Putih bukan sekadar wadah ekonomi, melainkan garda terdepan kedaulatan pangan. Melalui koperasi, rantai distribusi dipangkas sehingga nilai tambah hasil panen tidak lagi dinikmati tengkulak, tetapi kembali ke tangan petani.
“Koperasi Merah Putih adalah instrumen strategis untuk menguatkan ekonomi rakyat dan memastikan petani menikmati hasil jerih payahnya sendiri. Inilah fondasi swasembada pangan yang sesungguhnya,” tegas Rijanto di lokasi panen.
Ia juga mengaitkan panen raya tersebut dengan capaian nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, di mana Indonesia mencatat sejarah tidak mengimpor beras sepanjang 2025. Prestasi itu diraih hanya dalam satu tahun, jauh melampaui target awal pemerintah.
Menurut Rijanto, panen raya di Wlingi menjadi bukti bahwa swasembada pangan bukan sekadar slogan, melainkan hasil kerja nyata di tingkat desa dan kelurahan. Kabupaten Blitar berkomitmen menjaga momentum ini agar ketahanan pangan tetap terjaga di tahun-tahun mendatang.
Pemkab Blitar memastikan dukungan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur pertanian, pendampingan penyuluh lapangan, serta penguatan kelembagaan koperasi. Selain itu, akses permodalan dan perluasan pasar akan terus didorong agar posisi tawar petani semakin kuat.
“Kita ingin petani berdaulat, sejahtera, dan tidak hanya menjadi produsen, tetapi pelaku ekonomi yang kuat. Ketahanan pangan adalah pilar utama kedaulatan bangsa,” tandasnya.
Panen simbolis tersebut sekaligus menegaskan Kelurahan Wlingi sebagai salah satu penyangga pangan penting di Jawa Timur. Model Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lain untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas lokal.(Red)
