Sekda Sidoarjo Minta Maaf Soal Buka Bersama Mewah - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

13/03/2026

Sekda Sidoarjo Minta Maaf Soal Buka Bersama Mewah

Fenny Apridawati Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo ketika memberikan sambutan dalam pelatihan pengelolaan media sosial di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Foto: Diskominfo Sidoarjo


SIDOARJO, Saksimata.my.id - Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah unggahan kegiatan buka puasa bersama yang dinilai mewah beredar luas di media sosial dan memicu kritik publik.

Kontroversi tersebut mencuat setelah dokumentasi acara buka bersama pejabat daerah dinilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Unggahan itu memicu beragam reaksi warga yang menilai kegiatan tersebut tidak mencerminkan empati terhadap situasi sosial yang tengah dihadapi masyarakat.

Menanggapi polemik yang berkembang, Fenny menyatakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menghargai kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari fungsi kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan buka bersama tersebut sebenarnya merupakan forum koordinasi strategis yang dilaksanakan di luar jam kerja untuk membahas percepatan sejumlah program prioritas daerah.

Menurut Fenny, agenda pertemuan tersebut juga digunakan untuk membahas percepatan pelaksanaan program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK), khususnya terkait rencana perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Sidoarjo.

Selain itu, pertemuan tersebut juga disebut membahas koordinasi teknis terkait persiapan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi masyarakat.

“Kami perlu sampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD. Acara ini murni momentum silaturahmi Ramadan yang dimanfaatkan untuk penguatan koordinasi percepatan program PIWK serta distribusi beras SPHP bagi warga,” ujar Fenny dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (13/3/2026).

Meski demikian, Fenny mengakui publikasi kegiatan tersebut telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan dianggap kurang menunjukkan empati terhadap kondisi ekonomi warga.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kabupaten Sidoarjo atas polemik yang muncul akibat unggahan tersebut.

“Kami menyadari sebagai pelayan publik seharusnya lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitas, terutama di tengah situasi yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Fenny menegaskan kritik yang muncul akan menjadi pengingat bagi jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk meningkatkan kepekaan sosial dalam setiap aktivitas maupun kebijakan yang diambil.

Pemerintah daerah, kata dia, tetap berkomitmen memprioritaskan kerja nyata, terutama dalam percepatan perbaikan infrastruktur jalan serta menjaga stabilitas pasokan pangan murah bagi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi pemerintah daerah untuk menjalankan program pembangunan secara efektif.

“Kepercayaan masyarakat adalah aset terpenting bagi kami. Masukan ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan kami bisa bekerja lebih baik dan tetap selaras dengan harapan masyarakat Sidoarjo,” ujarnya. (Red)

Post Top Ad