Hilangnya IRT Probolinggo Diusut, Dua Orang Diperiksa - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

04/07/2026

Hilangnya IRT Probolinggo Diusut, Dua Orang Diperiksa




PROBOLINGGO, Saksimata.my.id - Misteri hilangnya Siti Munawaroh (46), seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mulai terkuak setelah lebih dari sebulan pencarian. Korban yang sebelumnya berpamitan membeli cilok ditemukan meninggal dunia di dasar sumur tua di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan. Polisi kini mendalami dugaan tindak pidana pembunuhan dan telah mengamankan dua orang untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Bantaran AKP Agus Eko Widodo mengatakan, korban dilaporkan hilang pada 30 Mei 2026 setelah tidak kembali ke rumah usai berpamitan membeli cilok menggunakan sepeda motor. Keluarga telah berupaya mencari ke sejumlah lokasi yang biasa didatangi korban, namun tidak membuahkan hasil sehingga laporan orang hilang diajukan ke Polsek Bantaran.

"Laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan sejak hari pertama," ujar AKP Agus, Sabtu (4/7/2026).

Perkembangan penyelidikan mengungkap temuan penting ketika sepeda motor yang digunakan korban ditemukan pada 1 Juni 2026 sekitar pukul 14.20 WIB di aliran sungai Dusun Krajan II, Desa Randumerak, Kecamatan Paiton. Kendaraan tersebut diamankan Polsek Paiton sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga pada 8 Juni 2026.

Penemuan kendaraan di lokasi yang tidak berkaitan dengan aktivitas sehari-hari korban mendorong penyidik memperluas penyelidikan. Polisi kemudian menelusuri jejak komunikasi serta aktivitas digital korban sebelum dinyatakan hilang.

Dari hasil pendalaman awal, penyidik menemukan indikasi bahwa korban diduga mengenal seseorang melalui aplikasi kencan daring OMI. Komunikasi yang bermula dari media digital diduga berlanjut hingga pertemuan langsung.

Menurut AKP Agus, korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang selama ini merawat suaminya yang mengalami sakit hingga kelumpuhan. Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan dugaan bahwa korban aktif menggunakan telepon seluler, termasuk aplikasi OMI.

"Penyelidikan mengarah pada dugaan adanya komunikasi antara korban dengan seseorang melalui aplikasi tersebut hingga akhirnya mereka bertemu," katanya.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa setelah pertemuan tersebut karena diduga berkaitan dengan hilangnya korban.

Petunjuk yang dikumpulkan selama lebih dari satu bulan akhirnya mengarah ke sebuah sumur tua di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan. Pada Jumat (3/7/2026), warga melaporkan adanya bau menyengat dari area kebun sengon. Setelah dilakukan pengecekan, sumber bau berasal dari sumur dengan kedalaman sekitar enam meter.

Tim gabungan kemudian mengevakuasi jasad seorang perempuan yang telah mengalami pembusukan berat. Kondisi jenazah menyulitkan proses identifikasi sehingga pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh tim forensik.

Seiring perkembangan penyelidikan, polisi mengamankan dua orang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Hingga kini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap kronologi dan dugaan peran masing-masing.

Meski terdapat keterangan awal mengenai dugaan motif ekonomi, penyidik menegaskan penyelidikan belum menyimpulkan motif maupun menetapkan fakta hukum secara final.

"Kalau memang motifnya ekonomi, mengapa sepeda motor korban tidak dijual? Itu masih kami dalami," ujar AKP Agus.

Polisi juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat bahwa korban bukan seorang janda. Korban merupakan istri sah dan memiliki dua orang anak.

Sementara itu, Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur mengatakan identitas korban telah mengarah kepada Siti Munawaroh. Namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dari tim forawatan forensik.

"Kondisinya sudah membusuk sehingga kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematiannya," kata Kompol Masykur.

Penyidik juga terus menelusuri jejak komunikasi digital korban, termasuk percakapan melalui aplikasi OMI, sebagai bagian dari upaya merekonstruksi peristiwa sebelum korban menghilang. Polisi menegaskan proses penyidikan masih berlangsung dan seluruh dugaan akan dibuktikan melalui alat bukti, hasil pemeriksaan forensik, serta keterangan para saksi sebelum penetapan kesimpulan hukum dilakukan.

(Red)

Post Top Ad