SURABAYA, Saksimata.my.id - Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama Polresta Sidoarjo terus memperluas pencarian terhadap pria berinisial E yang diduga terkait kasus tewasnya Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, RYS (51). Hingga dua pekan setelah jasad korban ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, terduga pelaku belum berhasil diamankan. (09/07/26)
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menyatakan proses pengejaran masih berlangsung dengan menyisir sejumlah daerah karena terduga pelaku diduga terus berpindah-pindah lokasi. Polisi juga melakukan penelusuran melalui jaringan keluarga, kerabat, dan rekan yang diduga mengenal E.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui keberadaan terduga pelaku.
"Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga, mohon waktu. Memang agak lincah dikit untuk pelaku," ujar Jumhur, Rabu (8/7).
Menurut Jumhur, penyelidikan menghadapi tantangan karena E diduga tidak menetap di satu wilayah. Indikasi perpindahan dari satu kota ke kota lain membuat aparat harus memperluas jangkauan pencarian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
"Banyak titik. Karena dia berpindah-pindah, tidak menetap di satu tempat. Kita memang perlu waktu. Tentu kita koordinasi dengan teman dan keluarga," katanya.
RYS ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda pada Rabu (24/6). Dugaan tindak pidana pembunuhan menguat setelah hasil pemeriksaan forensik menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban.
Pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul. Selain itu, tim forensik menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata, kebiruan pada bibir, serta perubahan pada sejumlah organ yang dinilai konsisten dengan dugaan kematian akibat asfiksia atau mati lemas. Temuan tersebut menjadi bagian dari alat bukti yang sedang didalami penyidik.
Di sisi lain, kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menyatakan pihak keluarga telah mengetahui identitas pria yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban. Menurutnya, informasi tersebut diperoleh dari penelusuran terhadap unggahan media sosial korban serta rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan Bandara Internasional Juanda.
Risang menyebut korban dan E diketahui sempat bepergian bersama ke wilayah Malang dan Batu beberapa hari sebelum RYS ditemukan meninggal dunia. Namun, ia menegaskan seluruh fakta terkait dugaan keterlibatan E tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan penegakan hukum.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan E sempat terdeteksi di wilayah Jawa Tengah. Meski demikian, hingga kini yang bersangkutan diduga terus berpindah-pindah sehingga menyulitkan proses pencarian.
"Iya, sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah. Tapi ini berpindah-pindah. Pelaku ini kan alamatnya kan tidak ada itu di alamat rumahnya. Namanya Erlan," ujarnya.
Selain itu, Risang menyampaikan pihaknya memperoleh informasi mengenai dugaan riwayat aktivitas E, termasuk dugaan keterlibatan dalam sejumlah kasus penipuan. Namun, informasi tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga melalui kuasa hukumnya dan belum menjadi putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Menurut Risang, penangkapan E menjadi langkah penting untuk mengungkap secara utuh kronologi hubungan antara korban dan terduga pelaku serta motif di balik kematian RYS.
"Nah, harus ditangkap dulu E-nya itu. Karena keluarga enggak kenal itu dengan E," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur masih melakukan pengejaran terhadap E serta mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap secara menyeluruh perkara tersebut. Sesuai asas praduga tak bersalah, status hukum E tetap mengacu pada proses penyidikan yang sedang berlangsung dan belum ada putusan pengadilan yang menyatakan yang bersangkutan bersalah.
(Red)
