![]() |
| PRESTASI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (depan, kanan) di sela menerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata dari Kementerioan Lingkungan. (Istimewa) |
SURABAYA, Saksimata.my.id — Keberhasilan Surabaya menjadi kota dengan jumlah penerima penghargaan Adiwiyata terbanyak di Indonesia pada 2025 mendorong langkah besar di bidang pendidikan lingkungan. Pemerintah Kota Surabaya menargetkan seluruh sekolah, mulai TK, SD hingga SMP, wajib berstandar Adiwiyata pada 2026.
Target tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, usai Surabaya meraih 30 penghargaan Adiwiyata tingkat nasional tahun ini. Capaian tersebut terdiri atas 8 Sekolah Adiwiyata Mandiri dan 22 Sekolah Adiwiyata Nasional.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 11 Desember 2025. Prestasi ini menegaskan Surabaya sebagai kota dengan sistem pendidikan lingkungan paling progresif di Indonesia.
Eri Cahyadi menyatakan, keberhasilan pada 2025 menjadi bukti kesiapan ekosistem pendidikan Surabaya untuk melangkah lebih jauh. Ia meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya segera menyusun langkah strategis agar seluruh jenjang pendidikan dapat meraih predikat Adiwiyata pada 2026.
“Kunci pencapaian target ini adalah penguatan kebiasaan memilah sampah hingga menjadi identitas setiap sekolah,” ujar Eri.
Ia menegaskan bahwa Adiwiyata bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan sarana membentuk budaya baru di masyarakat. Menurutnya, pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar karakter peduli lingkungan melekat hingga dewasa.
“Kebersihan adalah bagian dari iman. Anak-anak mudah dibentuk. Jika sejak kecil sudah terbiasa menjaga kebersihan, mereka tidak akan merusak lingkungan di kemudian hari,” katanya.
Eri juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan kebiasaan memilah sampah di sekolah, bukan hanya sebatas program formalitas. Ia meminta seluruh kepala sekolah menjadikan budaya tersebut sebagai ciri khas pendidikan Surabaya.
“Dengan gotong royong dan keyakinan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, saya optimistis Surabaya bisa menjadi contoh nasional,” ujarnya.
Pada penyerahan penghargaan Adiwiyata 2025 di TMII, Kepala Dispendik dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya turut mendampingi rombongan penerima penghargaan. Prestasi tahun ini menjadi capaian tertinggi Surabaya sejak program Adiwiyata diluncurkan.
Delapan sekolah penerima Adiwiyata Mandiri 2025 yakni SDN Kebonsari 1, SDN Dukuh Menanggal 1/424, SDN Sememi 1, SDN Karah 1, SMPN 35, SMPN 2, SMPN 44, dan SMPN 43. Sementara itu, sebanyak 22 sekolah lainnya menerima Adiwiyata Nasional 2025, mulai dari SDN Ngagel Rejo 1/396 hingga SMPN 60 Surabaya.
Dengan target seluruh sekolah berstandar Adiwiyata pada 2026, Surabaya diproyeksikan menjadi kota pertama di Indonesia yang menjadikan pendidikan lingkungan sebagai standar wajib di semua jenjang pendidikan. (Red)
