ASN Banyuwangi Bergerak, Puluhan Ribu Sembako Disalurkan

Program ASN berbagi kembali dilaksanakan di Banyuwangi. Warga pra sejahtera menerima bantuan.


BANYUWANGI, Saksimata.my.id – Gerakan sosial ASN Banyuwangi Berbagi kembali digencarkan. Puluhan ribu paket sembako disalurkan langsung ke rumah-rumah warga pra sejahtera yang tercatat dalam database kemiskinan resmi daerah.

Program yang berjalan konsisten sejak 2024 ini tak hanya melibatkan ASN, tetapi juga mendapat dukungan luas dari lintas sektor. Mulai HIPMI, Kadin, IDI, IAI, IBI, rumah sakit swasta, hingga pelaku usaha konstruksi turut ambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut kolaborasi berkelanjutan ini menjadi salah satu faktor penurunan angka kemiskinan daerah. Persentase penduduk miskin Banyuwangi tercatat turun signifikan dari 8,07 persen pada 2021 menjadi 6,13 persen pada 2025—angka terendah sepanjang sejarah Banyuwangi.

Dalam penyaluran terbaru, Ipuk bersama ribuan ASN turun langsung menyambangi keluarga pra sejahtera. Salah satunya Bermawi (81), warga Kelurahan Sobo, yang hidup sebatang kara tanpa rumah sendiri dan selama ini menumpang di rumah ketua RT setempat.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi saya,” ujar Bermawi dengan mata berkaca-kaca usai menerima paket sembako.

Ipuk menegaskan, ASN Banyuwangi Berbagi bukan kegiatan seremonial, melainkan gerakan sosial rutin berbasis empati.

“Kami dorong ASN untuk terus berbagi dan hadir langsung di tengah masyarakat. Ini ikhtiar bersama meringankan beban ekonomi warga kurang mampu,” kata Ipuk.

Seluruh ASN menerima data sasaran penerima melalui aplikasi Smart Kampung, yang terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos, khususnya warga desil 1.

“Kami ingin pengentasan kemiskinan dilakukan berkelanjutan, didukung program pemberdayaan lain agar dampaknya nyata,” tambahnya.

Gerakan ini juga terbuka bagi semua pihak. Ipuk menegaskan penanganan kemiskinan tidak bisa dibebankan pada pemerintah semata.

“Harus gotong royong. ASN, TNI-Polri, BUMN, BUMD, pengusaha, dan organisasi profesi kami ajak terlibat,” tegasnya.

Salah satu ASN, Ratna Juwita, mengaku program ini menjadi pengingat kuat tentang empati sosial.

“Ini mengajarkan kami untuk selalu melihat ke bawah, bersyukur, dan tidak abai pada sesama,” ujarnya.

Asisten Administrasi Umum Budi Santoso menambahkan, seluruh ASN—baik PNS maupun PPPK penuh waktu—terlibat aktif. Besaran kontribusi disesuaikan dengan jenjang jabatan, sehingga paket sembako yang terkumpul bahkan melebihi jumlah sasaran.

“Program ini sekaligus ground check data kemiskinan. ASN diminta melihat langsung kondisi warga dan melaporkannya di Smart Kampung,” jelas Budi.

Dengan pendekatan langsung dan kolaboratif, ASN Banyuwangi Berbagi tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan negara benar-benar hadir di depan pintu warga paling rentan.(Red)

Alt/Text Gambar
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak