Gas Melon Rp25 Ribu, DPRD Bondowoso Soroti Distribusi

Anggota Komisi II DPRD Bondowoso, Andi Hermanto


BONDOWOSO, Saksimata.my.idHarga elpiji subsidi 3 kilogram di Bondowoso melonjak liar hingga Rp25.000 per tabung. Angka ini jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan memicu kecurigaan DPRD Bondowoso terhadap masalah serius di jalur distribusi gas melon.

Anggota Komisi II DPRD Bondowoso, Andi Hermanto, menyebut laporan kenaikan harga tersebut datang dari sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Pujer dan Tlogosari. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan masyarakat kecil yang bergantung pada elpiji subsidi untuk kebutuhan harian.

“Ada warga yang beli LPG 3 kilogram sampai Rp25 ribu. Ini jelas tidak wajar dan selisihnya terlalu jauh dari HET,” tegas Andi usai rapat koordinasi penanganan kelangkaan LPG, Kamis (29/1/2026).

Andi menegaskan, lonjakan harga bukan disebabkan oleh penurunan pasokan dari hulu. Kuota elpiji 3 kg tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya dan konsumsi masyarakat juga relatif stabil.

“Alokasinya sama, pemakaian tidak melonjak. Kalau harga sampai segini, pasti ada masalah di distribusi,” ujarnya.

Hasil pantauan Komisi II DPRD ke SPBBE dan agen resmi menunjukkan distribusi berjalan sesuai prosedur. Namun di tingkat desa, stok kerap kosong. Situasi ini memaksa warga mencari gas hingga ke wilayah kota, membuka celah spekulasi harga di lapangan.

“Hampir di seluruh Bondowoso terjadi kekosongan di desa. Ketika warga ke kota, harga jadi tidak terkendali,” ungkapnya.

DPRD kini mendesak Satgas Pengawasan LPG yang melibatkan aparat penegak hukum untuk bergerak cepat. Dugaan penimbunan dan permainan harga harus ditindak tegas karena elpiji 3 kilogram merupakan barang subsidi milik negara.

“Kalau ada penimbunan dan dijual mahal, itu pelanggaran serius. Ini barang subsidi dan harus dilindungi,” tegas Andi.

Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan elpiji subsidi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diperketat. Meski belum ditemukan pelanggaran, DPRD menilai langkah antisipasi mutlak diperlukan.

“Harga tembus Rp25 ribu ini sudah jadi alarm. Jangan sampai rakyat kecil terus jadi korban permainan di bawah,” pungkasnya.(Red)

Alt/Text Gambar
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak