![]() |
| Polres Magetan mengembalikan emas dan uang tunai hasil pencurian di sebuah toko emas di Kabupaten Magetan kepada pemiliknya. Barang bukti yang dikembalikan tersebut berupa perhiasan emas senilai sekitar Rp1 miliar serta uang tunai sebesar Rp24 juta |
MAGETAN, Saksimata.my.id – Aksi komplotan pencuri yang membobol toko emas di Kabupaten Magetan akhirnya terbongkar. Polres Magetan mengembalikan barang bukti berupa perhiasan emas senilai sekitar Rp1 miliar serta uang tunai Rp24 juta kepada pemilik toko.
Kapolres Magetan AKBP Erik Bangun Prakasa menegaskan, pengembalian barang bukti dilakukan setelah polisi berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan tersebut melalui kerja sama dengan Polres Madiun Kabupaten.
“Seluruh emas dan uang tunai hasil kejahatan sudah kami amankan dan akan dikembalikan kepada pemilik toko,” kata AKBP Erik saat konferensi pers di Mapolres Magetan.
Kasus ini terungkap setelah laporan diterima SPKT Polres Magetan pada Rabu sekitar pukul 16.00 WIB. Dari hasil pendataan ulang bersama korban, kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp1 miliar dalam bentuk perhiasan emas serta uang tunai Rp24 juta.
Kapolres juga meluruskan informasi awal yang sempat beredar terkait jumlah uang tunai yang hilang. “Setelah dicek ulang, uang yang dicuri bukan Rp30 juta, melainkan Rp24 juta,” tegasnya.
Hasil penyelidikan mengungkap adanya lima tersangka dalam kasus ini. Satu pelaku telah diamankan dan ditahan di Tahti Polres Magetan, sementara lainnya masih dalam pengejaran. Para pelaku diketahui bukan warga Magetan dan berasal dari luar Pulau Jawa, tepatnya wilayah Nusa Tenggara.
“Ini komplotan spesialis pembobol bangunan. Modusnya dengan menjebol tembok menggunakan bor manual, gergaji, dan linggis,” jelas AKBP Erik. Struktur bangunan toko yang menggunakan bata ringan turut mempermudah aksi para pelaku.
Polisi memastikan seluruh barang bukti yang berhasil diamankan akan dikembalikan kepada korban.
Sementara itu, pemilik Toko Emas Senna Golden Star, Rina Noviana, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian ada orang tak dikenal yang mondar-mandir di sekitar toko dan sempat bertanya-tanya. “Tiga hari sebelumnya ada yang mencurigakan, ciri-cirinya mirip pelaku,” ujarnya.
Rina mengakui adanya kelalaian dalam sistem keamanan toko, termasuk meninggalkan perhiasan dan kunci brankas di dalam toko. Ia berjanji akan meningkatkan pengamanan ke depan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Polres Magetan. Alhamdulillah emas dan uang masih ada dan bisa kembali,” pungkasnya. (Red)
