![]() |
| Ilustrasi DBD akibat virus dengue |
KRAKSAAN, Saksimata.my.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo masih tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2025, tercatat 1.667 kasus DBD yang tersebar hampir di seluruh kecamatan.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo menunjukkan, dari 24 kecamatan, Kecamatan Paiton menjadi penyumbang kasus tertinggi dengan 202 kasus. Sebaliknya, Kecamatan Sumber mencatat kasus terendah, hanya empat kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, menyebut DBD disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya angka kasus tak lepas dari masih banyaknya tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan permukiman.
“Genangan air di dalam dan sekitar rumah yang dibiarkan menjadi media ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak,” jelasnya.
Selain faktor lingkungan, cuaca yang tidak menentu serta perilaku hidup bersih dan sehat yang belum konsisten turut memperparah situasi. Karena itu, pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan.
“Kesadaran dan peran aktif masyarakat menjadi kunci utama memutus rantai penularan,” tegas Nina.
Dinkes terus memperkuat langkah penanggulangan melalui koordinasi lintas sektor, melibatkan OPD, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat. Fasilitas layanan kesehatan juga disiagakan agar mampu menangani kasus secara cepat dan tepat.
Upaya promosi kesehatan digencarkan melalui media cetak, elektronik, hingga media sosial. Pembentukan kader Jumantik Sekolah juga diperluas untuk menanamkan kesadaran sejak dini.
Terkait fogging, Nina menegaskan langkah tersebut bersifat terbatas.
“Fogging hanya tambahan di wilayah kasus tinggi. Pencegahan utama tetap pemberantasan sarang nyamuk dan perubahan perilaku,” pungkasnya.(Red)
.jpg)