OPINI: Peran Serta Masyarakat dalam P4GN di Era Digitalisasi

 

OPINI Oleh: Dedi Irawadi
Ketua Umum
Walet Reaksi Cepat (WRC) Birendra



Peran Serta Masyarakat dalam P4GN di Era Digitalisasi

Serta Tindakan Nyata Orang Tua dalam Edukasi P4GN

(Opini Ketua Umum Walet Reaksi Cepat (WRC-Birendra)

Di era digitalisasi yang serba cepat, tantangan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) semakin kompleks. 

Peredaran narkotika tidak lagi hanya terjadi di ruang fisik, tetapi telah merambah ruang digital melalui media sosial, aplikasi pesan instan, hingga platform daring yang kerap luput dari pengawasan.

Ketua Umum WRC-Birendra menegaskan bahwa keberhasilan P4GN tidak mungkin hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau pemerintah semata. 

Peran serta masyarakat merupakan kunci utama, khususnya dalam membangun sistem pertahanan sosial yang kuat, sadar, dan responsif terhadap ancaman narkotika.

Masyarakat sebagai Garda Terdepan P4GN di Era Digital

Digitalisasi ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi mempermudah akses informasi, di sisi lain membuka celah baru bagi jaringan narkotika untuk menyasar generasi muda. 

Oleh karena itu, masyarakat harus bertransformasi dari sekadar penonton menjadi pelaku aktif P4GN.

Bentuk peran nyata masyarakat antara lain:

  • Aktif melaporkan aktivitas mencurigakan, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital.
  • Menggunakan media sosial secara positif untuk menyebarkan konten edukasi bahaya narkoba.
  • Membangun komunitas sadar narkoba, mulai dari tingkat RT/RW, sekolah, hingga organisasi kepemudaan.
  • Menolak normalisasi narkoba dalam bentuk candaan, konten hiburan, atau gaya hidup yang menyesatkan.

Menurut Ketua Umum WRC-Birendra, masyarakat yang melek digital dan berani peduli akan menjadi benteng terkuat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.

Peran Strategis Orang Tua dalam P4GN
Orang tua memegang peran paling strategis dalam P4GN. Rumah adalah sekolah pertama, dan orang tua adalah pendidik utama. 

Di era digital, pengawasan tidak cukup hanya bersifat fisik, tetapi juga harus menyentuh ruang virtual anak.

Tindakan nyata orang tua dalam P4GN meliputi:
Membangun komunikasi terbuka dengan anak tanpa intimidasi, sehingga anak merasa aman untuk bercerita.

Mengawasi penggunaan gawai dan media sosial, termasuk pergaulan digital anak.

Memberikan edukasi dini tentang bahaya narkoba, disesuaikan dengan usia dan bahasa yang mudah dipahami.

Menjadi teladan dalam pola hidup sehat, disiplin, dan menjauhi perilaku menyimpang.

Bersinergi dengan sekolah dan lingkungan, agar pengawasan dan pembinaan berjalan berkesinambungan.

Ketua Umum WRC-Birendra menekankan bahwa orang tua tidak boleh lengah. Ketidaktahuan dan sikap acuh justru membuka celah bagi narkotika merusak masa depan anak bangsa.

Edukasi P4GN sebagai Gerakan Bersama
Edukasi P4GN bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. 

WRC-Birendra mendorong pendekatan edukatif yang adaptif dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan konten digital, kampanye kreatif, dan edukasi berbasis komunitas.

“Perang melawan narkoba bukan hanya soal penindakan, tetapi soal menyelamatkan generasi,” tegas Ketua Umum WRC-Birendra. 

Ketika masyarakat peduli, orang tua hadir, dan edukasi berjalan konsisten, maka cita-cita Indonesia bersih narkoba bukanlah hal yang mustahil.

Penutup
P4GN di era digital menuntut kesadaran kolektif. Masyarakat dan orang tua bukan pelengkap, melainkan pilar utama. Dengan kepedulian, keberanian, dan aksi nyata, kita dapat membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya, sekaligus memutus rantai peredaran narkotika dari akarnya.

Alt/Text Gambar
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak