Pelunasan Bipih CJH Probolinggo Lampaui Kuota

KOORDINASI: Kepala Kemenhaj Kota Probolinggo Didik Heriadi (kopiah putih) berkoordinasi dengan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.

PROBOLINGGO, Saksimata.my.id — Jumlah calon jemaah haji (CJH) Kota Probolinggo yang melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 2026 melampaui kuota resmi. Dari kuota 301 jemaah, tercatat 340 orang telah menyelesaikan pelunasan, atau kelebihan 39 jemaah.

CJH yang telah melunasi Bipih namun belum masuk kuota diproyeksikan berangkat pada musim haji tahun berikutnya, sembari menunggu kemungkinan tambahan kuota dari pemerintah pusat.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Probolinggo, Didik Heriadi, menjelaskan bahwa dari total 340 jemaah yang melunasi, 248 orang sesuai nomor urut porsi melakukan pelunasan pada tahap pertama, sementara 92 CJH melunasi pada tahap kedua.

“Pada tahap kedua, terdiri dari 68 jemaah cadangan, 22 jemaah penggabungan mahram, serta dua CJH yang sempat gagal sistem pada tahap pertama,” jelas Didik.

Ia berharap Kota Probolinggo memperoleh tambahan kuota, sehingga jemaah cadangan yang telah melunasi Bipih tetap dapat diberangkatkan pada musim haji tahun ini.

“Jumlah yang melunasi memang melebihi kuota sementara. Kami berharap ada penambahan kuota agar jemaah cadangan bisa berangkat tahun ini juga,” ujarnya.

Terkait persiapan penyelenggaraan haji, Didik mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, untuk memperkuat sinergi dalam pelayanan jemaah.

“Kami berharap dukungan penuh Pemkot Probolinggo agar pelaksanaan haji 2026 berjalan lancar, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tegasnya.

Sementara mengenai Petugas Haji Daerah (PHD), Didik menyebut penetapannya masih menunggu kebijakan dan regulasi pemerintah pusat.

“Untuk PHD, hingga kini belum ada ketetapan. Kami masih menunggu arahan lebih lanjut,” imbuhnya.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji. Rencana pemberangkatan jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) dinilai akan mempermudah koordinasi dan pendampingan.

“Mudah-mudahan dengan satu kloter, pengaturan dan pelayanan jemaah haji Kota Probolinggo bisa lebih optimal,” pungkasnya. (Red)

Alt/Text Gambar
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak