SURABAYA, Saksimata.my.id - Ledakan yang diduga dipicu kebocoran tabung gas LPG 12 kilogram mengguncang permukiman di Jalan Kupang Segunting IV, Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/10/2026) pagi. Insiden tersebut menyebabkan dua warga lanjut usia (lansia) mengalami luka-luka dan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Berdasarkan pendataan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya yang diberitakan sejumlah media, sedikitnya enam rumah terdampak.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.15–07.25 WIB itu mengejutkan warga setempat. Kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Bau Gas Menyengat Sebelum Ledakan
Seorang warga sekaligus saksi mata, Agus Pramono, menuturkan bahwa sebelum ledakan terdengar, warga sempat mencium bau gas yang menyengat dari rumah yang menjadi titik kejadian. Tak lama kemudian, terdengar teriakan disusul suara ledakan keras.
Menurut kesaksiannya, dugaan awal mengarah pada kebocoran tabung LPG yang kemudian tersulut percikan api listrik. Namun, keterangan tersebut masih merupakan informasi awal dan belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan resmi mengenai penyebab insiden.
Keterangan saksi menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan. Petugas perlu memastikan apakah kebocoran benar-benar terjadi, bagaimana gas dapat terakumulasi di dalam ruangan, serta sumber pemicu yang menyebabkan ledakan.
Sejumlah pemberitaan juga menyebutkan bahwa saat kejadian tidak terdapat aktivitas memasak di rumah tersebut. Kondisi ini menambah pentingnya pemeriksaan teknis untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum ledakan berlangsung.
Dua Lansia Dilarikan ke Rumah Sakit
BPBD Surabaya mengonfirmasi bahwa dua orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Satu korban merupakan penghuni rumah yang diduga menjadi pusat ledakan dan mengalami luka bakar. Korban lainnya merupakan warga di sekitar lokasi yang terluka akibat serpihan kaca atau material bangunan.
Kedua korban mendapatkan penanganan medis di rumah sakit berbeda, yakni RSUD dr. Mohamad Soewandhie dan RS William Booth, Surabaya.
Sejumlah laporan media menyebutkan kondisi salah satu korban cukup serius, dengan luas luka bakar yang diperkirakan mencapai sekitar 60 persen. Informasi mengenai kondisi medis tersebut perlu merujuk pada keterangan petugas atau tenaga medis yang berwenang.
Identitas dan informasi pribadi korban perlu disampaikan secara proporsional, dengan mengutamakan kepentingan publik serta menghormati privasi mereka dan keluarga.
Kerusakan Rumah dan Dampak bagi Warga
Kuatnya ledakan tidak hanya berdampak pada bangunan yang diduga menjadi sumber kejadian, tetapi juga merusak rumah-rumah di sekitarnya. Pendataan awal BPBD yang dikutip sejumlah media menyebutkan enam rumah terdampak, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Sebagian pemberitaan menggunakan keterangan jumlah rumah rusak yang berbeda. Karena itu, angka kerusakan perlu dipastikan melalui pendataan final petugas di lapangan, termasuk jumlah bangunan yang mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan.
Perbedaan data tersebut penting untuk diperjelas agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat. Pendataan lanjutan juga diperlukan untuk mengetahui kebutuhan warga terdampak, potensi bahaya susulan, serta langkah pemulihan lingkungan permukiman.
BPBD bersama petugas terkait melakukan penanganan di lokasi, termasuk pemeriksaan kondisi bangunan dan pembersihan material yang terdampak. Warga di sekitar lokasi perlu mengikuti arahan petugas dan menghindari area yang masih dalam proses pemeriksaan.
Tabung LPG dan Kipas Angin Diamankan
Dalam proses penyelidikan, kepolisian mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian, termasuk tabung LPG berkapasitas 12 kilogram dan sebuah kipas angin. Barang-barang tersebut diperlukan untuk membantu pemeriksaan teknis dan menelusuri kemungkinan sumber kebocoran maupun pemicu ledakan.
Meski dugaan kebocoran LPG mengemuka, penyebab pasti insiden belum dapat dipastikan hanya berdasarkan keterangan saksi atau keberadaan tabung gas di lokasi. Diperlukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), kondisi peralatan, serta bukti lain yang relevan untuk menyusun kronologi secara utuh.
Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat menjelaskan apakah insiden berkaitan dengan kebocoran tabung, regulator, selang, sambungan instalasi, atau faktor lain. Seluruh kemungkinan tersebut tetap harus diuji berdasarkan bukti, bukan asumsi.
Evaluasi Keselamatan Penggunaan LPG
Peristiwa di Kupang Segunting kembali menyoroti pentingnya keselamatan penggunaan LPG di lingkungan permukiman padat. Kebocoran gas yang tidak segera terdeteksi dapat menimbulkan risiko serius apabila gas terakumulasi di ruangan dan bertemu sumber penyalaan.
Masyarakat perlu memastikan tabung, regulator, dan selang berada dalam kondisi layak, serta memperhatikan adanya bau gas yang tidak biasa. Apabila tercium bau gas, penghuni sebaiknya menghindari menyalakan atau mematikan sakelar listrik maupun menggunakan sumber api, menjauhi area berisiko, dan mencari bantuan petugas dari tempat aman.
Namun, imbauan keselamatan tersebut tidak boleh ditafsirkan sebagai penetapan bahwa kelalaian penghuni menjadi penyebab kejadian di Surabaya. Penentuan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab harus menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Hingga penyebab ledakan terungkap, perhatian utama tertuju pada pemulihan korban, pendataan kerusakan rumah, dan penyelesaian penyelidikan. Kejelasan hasil pemeriksaan diperlukan bukan hanya untuk menjawab penyebab insiden, tetapi juga untuk menjadi bahan evaluasi pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
(Red)
