![]() |
| Komandan Kodiklatal Letjen (Mar) Nur Alamsyah membuka pendidikan penanggulangan teror aspek laut 2025 di Markas Komando Denjaka, Cilandak, Jakarta, Jumat (19/12). (Foto: Dok. Kodiklatal) |
JAKARTA, Saksimata.my.id – Prajurit terpilih dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Intai Amfibi (Taifib) mengikuti Pendidikan Penanggulangan Teror Aspek Laut (PTAL) 2025 yang digelar di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (19/12).
Pendidikan antiteror laut angkatan ke-18 ini dibuka langsung oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Laut (Dankodiklatal), Letjen (Mar) Nur Alamsyah.
Program tersebut diikuti prajurit TNI Angkatan Laut pilihan yang telah memiliki kualifikasi khusus dari satuan Kopaska dan Taifib. Mereka diproyeksikan menjadi personel inti Detasemen Jalamangkara (Denjaka), pasukan elite antiteror TNI AL.
Pendidikan akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan dengan materi yang dirancang untuk membentuk prajurit profesional dan memiliki kemampuan penanggulangan teror laut secara menyeluruh.
Sebagai tanda dimulainya pendidikan, Dankodiklatal secara simbolis melepas tanda pangkat dan memasang tanda siswa PTAL kepada perwakilan peserta. Prosesi tersebut menandai kesiapan prajurit mengikuti seluruh tahapan pendidikan yang berat dan berisiko tinggi.
Dalam amanatnya, Nur Alamsyah menegaskan bahwa pendidikan penanggulangan teror aspek laut merupakan syarat mutlak bagi prajurit yang disiapkan menjadi anggota Denjaka. Ia menekankan pentingnya disiplin, dedikasi, dan kesungguhan selama mengikuti pendidikan.
“Manfaatkan seluruh potensi yang dimiliki agar tujuan dan sasaran pendidikan dapat tercapai secara optimal,” tegasnya.
Melalui pendidikan ini, TNI AL berharap lahir prajurit Denjaka yang tangguh, profesional, dan memiliki daya gempur tinggi, guna menghadapi berbagai ancaman teror di wilayah laut serta memperkuat peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. (Red)
