![]() |
| Kegiatan tes urin di terminal Patria Blitar. |
Polisi telah mendatangi rumah pelaku tak lama setelah insiden pelarian terjadi. Namun, sopir tersebut diduga telah lebih dulu kabur setelah mengetahui pergerakan aparat. Warga sekitar mengaku pelaku sudah tidak terlihat di rumahnya sejak beberapa hari terakhir.
Meski pelaku belum tertangkap, polisi terus mengembangkan penyelidikan dengan memeriksa pihak-pihak yang berkaitan langsung, mulai dari kernet bus hingga manajemen perusahaan otobus tempat pelaku bekerja.
“Kami telah memeriksa kernet yang bertugas bersama pelaku serta pihak manajemen PO bus,” tambah Samsul.
Peristiwa ini bermula saat tim gabungan menggelar tes urine mendadak di Terminal Patria. Sejak awal, sopir tersebut menunjukkan sikap mencurigakan dan berupaya menghindari petugas. Setelah menyerahkan sampel urine, ia memanfaatkan jeda waktu pemeriksaan untuk kabur sebelum hasil tes diumumkan.
Ketika petugas memastikan hasil tes positif sabu dan hendak mengamankan pelaku, sopir tersebut sudah tidak berada di lokasi.
Kepala Badan Narkotika Kota Blitar, Toto Robandyo, menyayangkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa tanggung jawab juga berada di pihak perusahaan bus.
“Ini menyangkut keselamatan banyak orang. Kami mendorong pihak PO agar kooperatif dan tidak melindungi sopir yang bermasalah,” tegas Toto.
BNK Blitar kini terus melakukan pendekatan kepada manajemen perusahaan bus agar membantu menghadirkan sopir tersebut ke hadapan hukum, demi mencegah risiko fatal di jalan raya.(Red)
