![]() |
| Ilustrasi jalan kurang PJU |
KRASAAN, Saksimata.my.id — Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) masih menjadi pekerjaan rumah serius Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo. Sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah dinilai gelap dan rawan, sehingga membutuhkan penambahan PJU secara bertahap.
Dishub menegaskan, prioritas pemasangan PJU difokuskan pada ruas dengan volume kendaraan tinggi dan jalur yang banyak dikeluhkan masyarakat. Jalan tanpa penerangan memadai dinilai rawan kriminalitas jalanan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Masih banyak wilayah yang minim PJU dan memang perlu penambahan. Baik jalan kewenangan Pemkab Probolinggo, jalur pantura, maupun jalur selatan,” kata Kasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Probolinggo, Sigit Wida Hartono.
Hasil pemetaan Dishub menunjukkan sejumlah titik krusial, di antaranya Kecamatan Paiton yang berbatasan dengan Kabupaten Situbondo, serta Kecamatan Tegalsiwalan yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang. Selain itu, kekurangan PJU juga tersebar di wilayah lain yang meliputi 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
Untuk ruas jalan nasional, Dishub menegaskan perlunya sinergi dengan pemerintah pusat. Sementara pemasangan PJU di ruas kewenangan daerah akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Sigit menekankan, wilayah yang dinilai minim PJU bukan berarti sama sekali tanpa penerangan. Namun, lampu jalan yang ada belum merata dan hanya berada di titik-titik tertentu.
“PJU sebenarnya sudah ada, tapi belum menyeluruh. Masih banyak spot gelap. Inilah yang akan kami tambah secara bertahap,” tegasnya.
Dishub berharap penambahan PJU dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menekan potensi kejahatan di malam hari. (Red)
