![]() |
| SIAGA: Personel Satlantas Polres Probolinggo mengatur lalu lintas saat operasi lilin di area wisata Pantai Bentar Kecamatan Gending. |
PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Pelaksanaan Operasi Lilin 2025 di wilayah hukum Polres Probolinggo mencatat peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya. Selama operasi tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan.
Operasi Lilin digelar selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, mengatakan bahwa secara umum situasi selama Operasi Lilin berlangsung kondusif. Namun, tercatat sebanyak 21 insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo.
“Dari total kejadian tersebut, tiga korban meninggal dunia dan 21 lainnya mengalami luka ringan,” ungkapnya.
Selain korban jiwa dan luka-luka, seluruh kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 17 juta.
Aditya menjelaskan, kecelakaan yang terjadi didominasi oleh kendaraan roda dua. Tercatat 27 unit sepeda motor terlibat kecelakaan, sementara kendaraan roda empat jenis minibus tercatat sebanyak empat unit.
Mayoritas kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengendara yang kurang memperhatikan kondisi arus lalu lintas saat berkendara.
Jika dibandingkan dengan Operasi Lilin tahun 2024, angka kecelakaan tahun ini mengalami peningkatan. Pada tahun sebelumnya, tercatat 17 insiden kecelakaan dengan 22 korban luka ringan tanpa korban meninggal dunia.
“Peningkatan ini harus menjadi perhatian serius. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, saling menghormati sesama pengguna jalan, dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama,” pungkasnya. (Red)
