![]() |
| Pasar Hewan Wonoasih, Kota Probolinggo |
PROBOLINGGO, Saksimata.my.id – Kasus penipuan dan penggelapan kembali terjadi di Pasar Hewan Wonoasih, Kota Probolinggo. Peristiwa terbaru menimpa seorang pedagang sapi asal Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa, 6 Januari 2026. Kejadian ini kembali menyoroti lemahnya sistem pengawasan dan pengelolaan di pasar hewan milik pemerintah daerah tersebut.
Korban diduga tertipu saat melakukan transaksi jual beli sapi. Pelaku menjalankan modus dengan berpura-pura sebagai pembeli atau perantara, lalu membawa sapi atau uang dengan alasan tertentu sebelum akhirnya menghilang. Hingga saat ini, pelaku belum berhasil diketahui maupun diamankan.
Ironisnya, saat peristiwa berlangsung, kepala pasar tidak berada di lokasi. Selain itu, tidak ada petugas operator CCTV yang berjaga. Keberadaan kamera pengawas di pasar tersebut dinilai tidak berfungsi optimal dan cenderung hanya formalitas, sehingga gagal memberikan perlindungan saat dibutuhkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait tanggung jawab pengelola pasar.
Berdasarkan keterangan para pedagang, sedikitnya 10 kasus penipuan dan penggelapan tercatat terjadi dalam kurun waktu delapan bulan terakhir di Pasar Hewan Wonoasih. Namun hingga kini, kejadian serupa terus berulang tanpa adanya langkah tegas atau evaluasi menyeluruh dari pihak pengelola maupun instansi terkait. Sebagian besar kasus terjadi saat hari pasar ramai, terutama pada hari Sabtu, dengan korban mayoritas pedagang dari luar daerah.
Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya pembiaran serta lemahnya kebijakan pengamanan pasar. Sebagai pasar hewan resmi dan pusat perputaran ekonomi rakyat, Pasar Hewan Wonoasih seharusnya memiliki sistem pengawasan ketat, petugas aktif di lapangan, serta mekanisme transaksi yang aman dan transparan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Para pedagang menilai Pemerintah Kota Probolinggo terkesan lamban merespons maraknya kasus penipuan. Hingga kini belum terlihat peningkatan pengamanan, penambahan personel, maupun pembenahan sistem CCTV secara menyeluruh. Kondisi ini dikhawatirkan terus menimbulkan korban dan merusak kepercayaan publik terhadap pasar tersebut.
Pedagang dan masyarakat pun mendesak pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, agar segera melakukan audit pengelolaan pasar, mengevaluasi kinerja kepala pasar, serta membenahi sistem keamanan secara nyata. Tanpa langkah tegas dan konkret, Pasar Hewan Wonoasih dinilai gagal memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha.(Mozza)
