![]() |
| Warga Datangi Kantor Kelurahan Pacarkeling Surabaya Protes Bantuan Tidak Tepat Sasaran |
SURABAYA, Saksimata.my.id – Belasan warga Pacarkeling, Surabaya, mendatangi Kantor Kelurahan Pacarkeling, Selasa (13/1/2026). Mereka memprotes penyaluran bantuan pemerintah kategori Keluarga Miskin (Gamis) yang dinilai tidak tepat sasaran.
Warga dari kalangan paruh baya hingga lanjut usia itu mengaku tak pernah menerima bantuan, meski kondisi ekonomi mereka masuk kategori tidak mampu. Mereka diterima perangkat kelurahan bersama unsur Tiga Pilar, yakni lurah, babinsa, dan bhabinkamtibmas.
Salah satu warga RT 002 RW 001, Untung Tri Laksono, menyebut sekitar 15 warga menyampaikan keluhan secara langsung. Bantuan yang dipersoalkan antara lain bantuan gerobak UMKM dan program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).
“Janda tidak bekerja justru tidak dapat. Sebaliknya, warga yang punya usaha kos-kosan dan kios malah menerima bantuan,” ujar Tri.
Ia mengungkapkan, rumahnya serta rumah tetangganya, Robi, sejak 2022 dinilai tidak layak huni. Kondisi rumah Robi bahkan disebut banyak bagian tanpa atap, sementara yang bersangkutan terindikasi mengalami gangguan jiwa.
“Rumah saya dipasangi stiker keluarga miskin Pemkot, tapi tidak pernah dapat bantuan. Rumah Robi malah lebih parah,” tegasnya.
Tri juga menyoroti dugaan ketidakadilan di tingkat RT-RW. Warga mencurigai penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kedekatan personal, bukan kondisi ekonomi riil. Karena itu, mereka mengadukan persoalan ini ke kelurahan hingga Wakil Wali Kota Surabaya.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Pacarkeling Eny Kurniawati menyatakan seluruh aspirasi warga akan ditampung dan diproses sesuai mekanisme. Ia menyebut sekitar 16 warga tercatat menyampaikan keluhan, dengan lima di antaranya membutuhkan bantuan rombong UMKM.
“Data mereka belum masuk ke kelurahan. Nanti akan kami usulkan, tentu setelah persyaratan administrasi dilengkapi,” jelas Eny.
Ia juga menegaskan bahwa stiker keluarga miskin bukan lagi acuan utama. Data penerima bantuan kini terintegrasi secara daring dan terus diperbarui.
“Data gamis-pramiskin bisa dicek di kelurahan atau melalui website resmi Pemkot Surabaya,” katanya.
Terkait laporan rumah tidak layak huni, pihak kelurahan memastikan akan segera melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi rumah dan keluarga penerima manfaat. (Red)
