Pangdam V/Brawijaya Ajak Pemuda Patriotik, Gigih, dan Berempati - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

27/10/2026

Pangdam V/Brawijaya Ajak Pemuda Patriotik, Gigih, dan Berempati

Pangdam V/Brawijaya Ajak Pemuda Patriotik, Gigih, dan Berempati




SURABAYA, Saksimata.my.id - Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat penting atas peran strategis pemuda dalam perjalanan bangsa Indonesia. Semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 harus terus dijaga dan diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam momentum bersejarah tersebut, Pangdam V/Brawijaya mengajak seluruh generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai patriotisme, kegigihan, dan empati sebagai landasan dalam membangun masa depan Indonesia.

Patriotisme sebagai Fondasi Persatuan Bangsa

Nilai patriotik dalam tema Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengandung pesan penting tentang kecintaan terhadap tanah air. Patriotisme tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui kontribusi positif, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Generasi muda diharapkan mampu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, semangat persatuan menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan NKRI.

Bagi generasi muda, patriotisme juga dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, menaati hukum, meningkatkan kualitas pendidikan, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kegigihan Pemuda Menghadapi Tantangan Zaman

Tema kegigihan menjadi pesan penting dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Generasi muda dituntut memiliki daya juang, semangat pantang menyerah, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan teknologi, dinamika sosial, dan persaingan global.

Pemuda Indonesia diharapkan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Sebaliknya, berbagai tantangan harus dijadikan peluang untuk meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegigihan juga menjadi modal penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing. Dengan semangat tersebut, pemuda dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga keberlanjutan bangsa.

Empati sebagai Kekuatan Sosial Generasi Muda

Selain patriotisme dan kegigihan, nilai empati menjadi bagian penting dalam membangun karakter pemuda Indonesia. Empati mendorong generasi muda untuk memiliki kepedulian terhadap sesama, menghargai perbedaan, serta membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan.

Di tengah perkembangan media digital, sikap empati juga perlu diwujudkan melalui penggunaan teknologi secara bijak. Pemuda diharapkan mampu menyebarkan informasi yang benar, menghindari provokasi, serta tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong maupun ujaran kebencian.

Kepedulian sosial menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Semangat kebersamaan dan saling menghormati harus terus diperkuat agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.

Sumpah Pemuda dan Tanggung Jawab Generasi Penerus

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober merupakan momentum untuk mengenang tekad para pemuda Indonesia pada 1928 yang menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, Indonesia.

Nilai historis tersebut tetap relevan dalam kehidupan berbangsa saat ini. Tantangan yang dihadapi generasi muda memang berbeda dengan perjuangan para pemuda pada masa pergerakan nasional, tetapi semangat persatuan dan tanggung jawab terhadap bangsa tetap menjadi landasan utama.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ajakan untuk memperkuat karakter generasi muda melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto, S.H., M.H., mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan semangat pengabdian, serta membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam setiap langkah generasi penerus bangsa. Pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati merupakan kekuatan penting dalam menjaga keutuhan NKRI sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia.

(Red)


Post Top Ad