Pekan Tuli Internasional 2026, Dinsos Jatim Dorong Kemandirian - Saksimata

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

26/10/2026

Pekan Tuli Internasional 2026, Dinsos Jatim Dorong Kemandirian

Pekan Tuli Internasional 2026, Dinsos Jatim Dorong Kemandirian




SURABAYA, Saksimata.my.id – Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur mendorong komunitas Tuli untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, dan memperkuat kemandirian melalui peringatan Pekan Tuli Internasional 2026. Kegiatan yang digelar bersama Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jawa Timur pada Senin (26/10/2026) itu menjadi ruang bagi komunitas Tuli untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperluas partisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Mengusung tema “Bersama Tuli, Berkarya, Berdaya”, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai agenda yang melibatkan komunitas Tuli dan masyarakat umum. Sejumlah kegiatan di antaranya bazar Tuli, pentas Tuli, flashmob Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo), muratal surah, jalan sehat Tuli, kopi Tuli Tutur Rasa Surabaya, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembagian hadiah.

Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa kesempatan untuk berkarya dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat merupakan hak setiap orang, termasuk penyandang disabilitas.

Menurut Novi, kegiatan Pekan Tuli Internasional dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman publik sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi komunitas Tuli dalam mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan kemampuan.

“Komunitas Tuli memiliki potensi yang besar untuk berkarya dan berkontribusi, sehingga perlu didukung dengan ruang partisipasi yang setara dan lingkungan yang inklusif,” ujar Novi, sebagaimana dikutip dari pemberitaan Memorandum.

Bazar Tuli Jadi Ruang Penguatan Kemandirian Ekonomi

Selain menjadi ajang ekspresi dan interaksi sosial, kegiatan ini juga menampilkan potensi ekonomi komunitas Tuli. Kehadiran bazar Tuli dan kopi Tuli Tutur Rasa Surabaya memperlihatkan peluang bagi komunitas untuk mengembangkan aktivitas produktif, membangun kemandirian, serta mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Pentas Tuli dan flashmob Bisindo turut memperkenalkan seni serta bahasa isyarat sebagai bagian penting dalam komunikasi. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami cara berkomunikasi dengan komunitas Tuli dan menghargai keberagaman.

Namun, upaya membangun kemandirian penyandang disabilitas tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan seremonial. Kesempatan mengembangkan usaha, akses terhadap layanan publik, serta ruang partisipasi yang berkelanjutan menjadi aspek penting agar potensi yang ditampilkan dapat berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

Kesetaraan Hak dan Aksesibilitas Jadi Perhatian

Novi menambahkan, terciptanya lingkungan inklusif membutuhkan dukungan kebijakan yang menjamin pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.

Menurut pemberitaan tersebut, pengesahan peraturan daerah tentang disabilitas di Jawa Timur menjadi salah satu landasan untuk memperkuat kesetaraan hak dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Melalui kebijakan dan partisipasi masyarakat, kesempatan bagi komunitas Tuli diharapkan semakin terbuka, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun kegiatan kemasyarakatan.

Pekan Tuli Internasional 2026 juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang lebih inklusif. Pengenalan bahasa isyarat, interaksi yang saling menghargai, serta keterbukaan terhadap keberagaman merupakan langkah untuk mengurangi hambatan komunikasi antara komunitas Tuli dan masyarakat luas.

Dengan demikian, semangat “Bersama Tuli, Berkarya, Berdaya” diharapkan tidak hanya menjadi pesan dalam peringatan tahunan, tetapi juga mendorong terbentuknya lingkungan yang memberikan kesempatan setara bagi komunitas Tuli untuk berkreasi, berdaya, mandiri, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. 

(Red)


Post Top Ad