SURABAYA, Saksimata.my.id – Ikan goreng masih menjadi salah satu menu favorit masyarakat Indonesia karena mudah dipadukan dengan berbagai jenis lauk dan sambal. Namun, banyak orang masih menghadapi kendala saat menggoreng ikan, mulai dari hasil yang terlalu berminyak, kulit tidak renyah, hingga daging yang menyerap minyak berlebihan.
Hasil ikan goreng yang renyah dan matang merata tidak hanya ditentukan oleh kualitas minyak goreng, tetapi juga dipengaruhi teknik persiapan bahan, proses penggorengan, hingga cara meniriskan ikan setelah matang. Kesalahan pada salah satu tahapan tersebut dapat memengaruhi tekstur, cita rasa, dan kualitas hasil akhir.
Berdasarkan praktik memasak yang umum diterapkan, terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyerapan minyak sekaligus menghasilkan ikan goreng yang lebih renyah.
Langkah pertama adalah memastikan permukaan ikan benar-benar kering sebelum digoreng. Air yang masih menempel pada ikan dapat menurunkan suhu minyak sehingga proses penggorengan menjadi kurang optimal dan menyebabkan ikan lebih banyak menyerap minyak. Setelah dicuci atau dimarinasi, ikan sebaiknya dikeringkan menggunakan tisu dapur.
Selanjutnya, ikan yang telah dibumbui dianjurkan didiamkan sekitar 10 hingga 15 menit agar bumbu meresap dan kadar air pada permukaan ikan berkurang. Jika masih terlihat lembap, permukaan ikan perlu dikeringkan kembali sebelum dimasukkan ke dalam minyak panas.
Lapisan tipis tepung, seperti tepung maizena, tepung beras, atau tepung terigu, juga dapat membantu membentuk permukaan renyah yang mengurangi penyerapan minyak. Penggunaan tepung sebaiknya tidak berlebihan agar cita rasa asli ikan tetap terjaga.
Keberhasilan menggoreng juga dipengaruhi suhu minyak. Minyak ideal berada pada kisaran 170–180 derajat Celsius. Apabila tidak tersedia termometer, kesiapan minyak dapat diuji dengan memasukkan sedikit tepung. Jika langsung berbuih dan mengapung, minyak dinilai cukup panas untuk digunakan.
Jumlah minyak yang digunakan juga perlu diperhatikan. Minyak yang terlalu sedikit menyebabkan panas tidak merata sehingga waktu memasak menjadi lebih lama dan ikan berpotensi menyerap lebih banyak minyak. Sebaiknya gunakan minyak hingga sebagian besar permukaan ikan terendam.
Penggorengan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak memenuhi wajan dengan terlalu banyak ikan sekaligus. Cara ini membantu menjaga suhu minyak tetap stabil sehingga tekstur ikan menjadi lebih renyah.
Selain itu, gunakan api sedang hingga sedang besar agar bagian luar ikan matang merata tanpa membuat bagian dalam masih mentah atau bagian luar cepat gosong.
Selama proses memasak, ikan sebaiknya tidak terlalu sering dibalik. Cukup balik satu kali setelah salah satu sisi berwarna kecokelatan agar lapisan luar tetap utuh dan tidak mudah menyerap minyak.
Kualitas minyak juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Minyak yang telah digunakan berulang kali cenderung mengalami penurunan kualitas. Jika masih digunakan kembali, minyak perlu disaring terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa remah makanan yang dapat mempercepat proses pembakaran.
Setelah matang, ikan dianjurkan ditiriskan menggunakan rak kawat atau saringan sehingga minyak berlebih dapat menetes sempurna. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan langsung meletakkan ikan di atas piring yang dapat membuat bagian bawah kembali menyerap minyak.
Ikan yang baru diangkat dari penggorengan juga tidak disarankan langsung ditutup. Uap panas yang terperangkap dapat menghasilkan embun sehingga kulit ikan kehilangan kerenyahannya. Diamkan beberapa saat dalam kondisi terbuka sebelum disajikan.
Selain menerapkan teknik yang tepat, masyarakat juga disarankan menghindari sejumlah kesalahan yang sering terjadi, seperti menggoreng ikan saat minyak belum cukup panas, memasukkan ikan yang masih basah, memenuhi wajan secara berlebihan, menggunakan api terlalu kecil, memakai minyak yang sudah sangat kotor atau dipakai berulang kali, serta terlalu sering membalik ikan selama proses penggorengan.
Secara umum, penyerapan minyak pada ikan meningkat ketika suhu minyak terlalu rendah atau permukaan ikan masih mengandung banyak air. Kondisi tersebut membuat proses pembentukan lapisan renyah berlangsung lebih lambat sehingga minyak lebih mudah masuk ke dalam daging ikan. Dengan menerapkan teknik yang tepat, ikan goreng dapat menghasilkan tekstur renyah di bagian luar, matang sempurna di bagian dalam, serta tidak berlebihan menyerap minyak. (Red)
