SURABAYA, Saksimata.my.id - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengerahkan rata-rata delapan hingga sepuluh mobil pemadam kebakaran setiap hari untuk melakukan pembasahan jalan di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan guna mengurangi debu akibat proyek pembangunan drainase dan pemasangan box culvert, sekaligus membantu menjaga kenyamanan masyarakat di tengah cuaca panas.
Pembasahan jalan dilakukan secara bergiliran pada siang dan malam hari. Pada siang hari, petugas menyasar ruas jalan di sekitar lokasi proyek yang berpotensi menimbulkan debu. Sementara pada malam hari, penyiraman diarahkan ke taman-taman pasif di sepanjang jalur protokol untuk membantu menjaga kondisi tanaman.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran DPKP Surabaya, M. Rokhim, mengatakan penentuan lokasi pembasahan disesuaikan dengan kondisi lapangan, kebutuhan operasional, serta laporan masyarakat yang masuk melalui layanan hotline.
“Pembasahan dilakukan di berbagai wilayah, terutama di sekitar lokasi pengerjaan box culvert dan proyek lainnya yang berpotensi menimbulkan debu. Armada yang dikerahkan menyesuaikan kebutuhan, termasuk berdasarkan laporan warga melalui hotline,” kata Rokhim, Jumat (23/10/2026).
Sejumlah ruas jalan yang menjadi sasaran pembasahan pada siang hari antara lain Jalan Tanjungsari, Jalan Panjang Jiwo, Jalan Lidah Wetan, Jalan Dharmahusada, Jalan Ahmad Yani, hingga kawasan Ngagel.
Tekan Debu, Kenyamanan Pengguna Jalan Jadi Perhatian
Pembasahan secara berkala diharapkan mampu menekan debu yang beterbangan akibat aktivitas pembangunan, terutama ketika cuaca panas. Debu di sekitar proyek berpotensi mengganggu jarak pandang, kenyamanan pengendara, serta aktivitas warga yang tinggal atau bekerja di sekitar lokasi.
Karena itu, efektivitas penyiraman menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan dampak pekerjaan infrastruktur. Pemantauan kondisi jalan dan tindak lanjut atas laporan masyarakat diperlukan agar pembasahan dilakukan sesuai kebutuhan, khususnya pada titik-titik yang mengalami peningkatan debu.
Selain jalan, DPKP Surabaya memanfaatkan armada dari pos pemadam kebakaran terdekat untuk menyiram taman-taman pasif pada malam hari. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemeliharaan lingkungan perkotaan di tengah kondisi cuaca panas.
Penanganan Debu Tidak Boleh Ganggu Tugas Utama Damkar
Di sisi lain, pengerahan armada untuk membasahi jalan harus tetap memperhatikan kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan tugas utama, yakni menangani kebakaran dan keadaan darurat lainnya.
Rokhim menegaskan, pembasahan jalan tidak boleh mengganggu pelayanan kedaruratan. Karena itu, pengerahan mobil pemadam dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kesiapan personel dan kebutuhan operasional di lapangan.
Apabila terjadi kebakaran, seluruh sumber daya yang diperlukan akan diprioritaskan untuk mendukung proses pemadaman. Kegiatan pembasahan jalan dilanjutkan setelah penanganan kebakaran selesai dan armada kembali mengisi air.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengendalian debu proyek perlu berjalan beriringan dengan pemeliharaan kesiapsiagaan layanan darurat. Koordinasi antara instansi terkait dan pihak pelaksana proyek juga menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak pekerjaan terhadap masyarakat.
Ke depan, konsistensi pembasahan, pemantauan lokasi rawan debu, serta respons terhadap aduan warga menjadi faktor penting agar pembangunan infrastruktur di Surabaya tetap berjalan dengan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
(Red)
